Peningkatan Sdm Penyuluh Pertanian Kec.tompobulu Melalui Praktek Pembuatan Kompos Dari Limbah Pertanian Dengan Perpaduan 2 Dekomposer
Kelangkaan pupuk kimia yang menjadi fenomena di kalangan petani saat ini, mendorong para petani untuk mencari alternative pengganti pupuk kimia tersebut. Penyuluh Pertanian lapangan Sebagai pendamping petani yang diharapkan dapat membantu para petani dalam mengatasi kelangkaan pupuk, harus lebih semangat dan aktif mencari ilmu yang dapat disampaikan ke petani. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng, pada hari Senin, 28 September 2020, melaksanakan praktek pembuatan pupuk kompos dari limbah pertanian dengan perpaduan 2 dekomposer di kelurahan Campaga Kec. Tompobulu. Pelaksanaan pembuatan kompos ini dilaksanakan oleh kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Tompobulu beserta staf, Para PPL di 10 desa, penyuluh swadaya dan Kelompok Tani Simoko kel. Campaga. Pembuatan kompos dari limbah pertanian ini dimaksudkan untuk lebih memanfaatkan limbah pertanian yang di dalamnya terdapat unsur - unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman dalam fase pertumbuhannya. Penambahan dan perpaduan 2 dekomposer yaitu dekomposer dari rumen ayam dan dekomposer eco farming dengan penambahan gula putih sebagai nutrisi bagi mikroorganisme dalam dekomposer ini diharapkan dapat mempercepat pelapukan bahan organik atau limbah pertanian menjadi kompos. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan SDM para penyuluh pertanian lapangan melalui praktek dan pengamatan visual, agar bisa menerapkan di WKPP masing - masing. By: Petugas SMIPP kec.Tompobulu/PPL desa Bonto Bontoa