Loading...

PENTINGNYA PEMUPUKAN UNTUK TANAMAN BUAH-BUAHAN

PENTINGNYA PEMUPUKAN UNTUK TANAMAN BUAH-BUAHAN
Semua tanaman untuk tumbuh memerlukan unsur hara dari dalam tanah sebagai makannya. Subur atau tidaknya tanaman tergantung kesesuaian unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Tanaman yang tumbuh dan berbuah berarti mengurangi unsur hara dalam tanah, sehingga persediaan unsur hara dalam tanah akan berkurang. Untuk memelihara tanaman tumbuh dan berproduksi dengan baik harus selalu ditambah unsur hara berupa pupuk yang sesuai kebuhan tanaman. Sumber gambar: Koleksi sendiri Tanaman buah-buahan agar dapat tumbuh subur dan produksinya tinggi, maka perlu dipupuk untuk menambah dan mengganti unsur hara yang hilang karena dipanen. Untuk menjaga produksi buah-buahan tetap tinggi, petani perlu memahami tentang pemupukan dan gejala kekurangan unsur hara pada tanaman buah-buahan. Memupuk bertujuan untuk mencukupi kebutuhan tanaman akan unsur hara esensial, agar tanaman dapat tumbuh baik secara vegetatif (akar dan batang) maupun generatif (bunga dan buah). Unsur hara esensial artinya apabila salah satu unsur hara tidak terdapat dalam tanah atau tidak mencukupi kebutuhan tanaman maka pertumbuhannya menjadi tidak normal. Unsur hara esensial ini terdiri dari unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro yaitu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak, terdiri dari unsur-unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Sedangkan unsur hara mikro yaitu unsur hara yang dibutuhkan tanaman hanya dalam jumlah sangat sedikit tetapi harus ada, bahkan dapat bersifat racun bila tersedia dalam jumlah berlebihan. Unsur hara mikro terdiri dari unsur-unsur Besi (Fe), Tembaga (Cu), Boron (B), Mangan (Mn), Belerang (S), dan Zeng (Zn). Tanaman yang kekurangan unsur hara dapat diatasi dengan diberi pupuk buatan dan pupuk alam. Pupuk buatan biasanya tidak mengandung bahan organik sehingga disebut pupuk anorganik/kimia. Sedangkan pupuk alam biasanya mengandung banyak bahan organik sehingga disebut pupuk organik. Pemberian pupuk pada tanaman buah-buahan diutamakan penambahan unsur N, P, K dan pupuk organik. Sedangkan unsur-unsur lainnya akan ditambahkan apabila tanaman sudah menunjukkan gejala/tanda-tanda kekurangan salah satu atau lebih unsur hara. Tanaman yang kekurang unsur hara N, P dan K akan menunjukkan gejala pertumbuhan tidak normal. Gejala tanaman kekurangan unsur hara N adalah bentuk daun tidak normal, warna menguning dimulai dari tulang daun dan akhirnya menjalar ke seluruh daun. Gejala mula-mula tampak pada daun yang sudah tua kemudian dengan cepat menjalar ke daun yang lebih muda. Adapun gejala tanaman kekurangan unsur hara P adalah tanaman kerdil, daun berwarna hijau tua, berukuran kecil dan berdiri tegak. Bila berlanjut, daun akan berwarna perunggu dan ranting-ranting mati. Buahnya sedikit, berukuran kecil, berkulit tebal, berwarna tua, rasanya sangat masam. Sedangkan gejala tanaman kekurangan unsur hara K adalah daun menguning dimulai dari tepi-tepinya dan menjalar ke arah tulang daun, bagian yang menguning kemudian mengering dan berubah warna menjadi kecoklatan, dan tulang daun tetap hijau. Pertumbuhan tanaman terhambat, tanaman kerdil dan tangkai daun terkulai. Buah kerdil, rasa masam, dan cepat gugur. Setelah mengetahui gejala kekurang unsur hara pada tanaman buah, maka dapat memberikan pupuk sesuai kebutuhan. Secara umum, apabila tanahnya kurang subur, misalnya banyak mengandung pasir, sangat liat, dan lainnya, maka dosis pupuk kandang dapat ditambah menjadi 1,25 – 1,5 kali lipat dari dosis anjuran setempat. Pada tanah yang sangat masam, dapat ditambah kapur 0,5 – 2,5 kg per pohon per 3 tahun dan semakin tua umur tanaman semakin banyak kapur yang diberikan. Semoga bermanfaat bagi penyuluh pertanian maupun bagi pembaca yang senang berkebun buah-buahan (Susilo Astuti Handayani, Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Selamat mencoba ! Sumber Informasi:1. Mul Mulyani Sutedjo. 2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta, Rineka Cipta.174 halaman. 2. Marsono dan Paulus Sigit. 2008. Pupuk Akar, Jenis dan Aplikasinya. Jakarta, Penebar Swadaya, Cetakan ke V.3. Sri Najiati dan Danarti. 1999. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. Bogor, PT Penebar Swadaya.