Loading...

Penyajian Penilaian Inovasi

Penyajian  Penilaian   Inovasi
Takengon, 10 Agustus 2020 Dinas Pertanian kabupaten Aceh Tengah melakukan presentasi berbagai Inovasi dan teknologi yang bermuara terhadap perkembangan agribisnis dan pembangunan pertanian di Sekeretariat Daerah kabupaten Aceh Tengah. Salah satu asasaran kegiatan ini adalah menumbuh kembangkan berbagai modifikasi dan penyederhanaan mekanisasi pertanian. Out put dari kegiatan ini akan memancing minat dan kemauan petani mengadopsi teknologi baru. Terkadang terkendala dengan kondisi lapangan tidak sesuai dengan alat dan mesin yang diperkenalkan kepada petani, membuat mereka tidak suka dan tidak butuh. Penyuluh Pertanian yang berada di garda terdepan pantang menyerah, mereka terus mencari solusi sampai dengan pengikhtiaran kemudahan. Berkerja sambil berkarya untuk bangsa dan masyarakat tani itu bagian dari sarapan paginya penyuluh pertanian. sampai dengan terlahirnya beberapa inovasi baru. Beranjak dari keistimewaan provinsi Aceh di kabupaten Aceh Tengah, Dinas Pertanian yang membawahi Bidang Peternakan dan Kesehatan hewan, ikut berinovasi dengan mendirikan Rumah Potong Hewan (RPH) yang Islami. Standar Oprasional Prosedurnya sesuai dengan ajaran dan syari’at Islam. Bagaimana menata rumah potong, hewan dipotong denganbacaan Basmallah, pisau alat pemotong diraut tajam, tenggorokan hewan yang dipotong dipastikan putus dan rumah potong selalu dalam kondisi bersih. Penggunaan mulsa bagi petani maju sudah menjadi keharusan, namun menentukan jarak tanam dengan membuat lubang tanam disepanjang hamparan mulsa pelastik tersebut sering terkendala dengan kondisi musim hujan bila menggunakan tunku api. Kini Balai Penyuluhan Pertanian Lut Tawar melahirkan inovasi baru pelubang mulsa pelastik dari bahan yang lebih sederhana. Sebanyak 14 jenis inovasi yang dipresentasikan SUKAMTO sekeretaris Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, terdapat didalamnya inovasi system laporan kegiatan penyuluh di lapangan yang online. Penyuluh menggunakan oven camera dengan titik koordinat yang jelas kemudian tercatat materi penyuluhan, jumlah sasaran dan uraian hasil kegiatan. Dari berbagai jenis inovasi yang sudah dipaparkan dihadapan Tim Penilai Inovasi kabuapaten Aceh Tengah, KAMTO merasa optimis Inovasinya Dinas Pertanian akan lebih mudah diberdayakan, baik di tingkat petani pelaku utama dan pelaku usaha maupun di subsector lainnya. }*Abdurrahman