Loading...

PENYAKIT ANTHRAX (RADANG LIMPA)

PENYAKIT ANTHRAX (RADANG LIMPA)
Penyakit ini tersebar hampir seluruh wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten merangin. Dinas peternakan malalui petugas Teknis peternakan setiap tahun melakukan pencegahan terhadap penyakit ini melalui vaksinasi anthrak terhadap ternak sapi dan kerbau ke setiap desa di kabupaten merangin.Anthrax adalah penyakit menular yang biasanya bersifat akut atau perakut pada berbagai jenis ternak (pemamah biak, kuda, babi dan sebagainya), yang disertai dengan demam tinggi dan disebabkan oleh Bacillus anthracis. Manusia juga rentan terhadap infeksi bakteri ini, meskipun tidak serentan ternak pemamah biak. Anthrax merupakan salah satu zoonosis yang penting dan sering menyebabkan kematian pada manusia.Penyakit anthrax di Indonesia ditemukan sejak tahun 1884. Sejak itu Pemerintah baik pada masa kolonial Belanda sampai Pemerintah RI telah berupaya untuk menurunkan kasus-kasus penyakit bakterial ini.PenyebabPenyebab penyakit anthrax adalah bakteri Bacillus anthracis. Faktor-faktor seperti hawa dingin, kekurangan makanan dan keletihan dapat mempermudah timbulnya penyakit pada ternak-ternak yang mengandung spora yang bersifat laten.PenularanAnthrax tidak lazim ditularkan dari ternak yang satu ke ternak yang lain secara langsung. Wabah anthrax pada umumnya ada hubungannya dengan tanah netral atau berkapur yang alkalis yang menjadi daerah inkubator bakteri tersebut.Bila penderita anthrax mati kemudian diseksi atau termakan burung-burung atau ternak pemakan bangkai, maka sporanya akan dengan cepat terbentuk dan mencemari tanah sekitarnya. Bila terjadi demikian, maka menjadi sulit untuk memusnahkannya. Hal tersebut menjadi lebih sulit lagi, bila spora yang terbentuk itu tersebar angin. Air pengolahan tanah, rumput makanan ternak dan sebagainya. Di daerah iklim panas lalat penghisap darah antara lain jenis Tabanus dapat bertindak sebagai pemindah penyakit.Rumput pada lahan yang tercemari penyakit ini dapat ditempati spora. Apabila rumput ini dimakan sapi perah maupun ternak lainnya, mereka akan tertulari. Penyebaran penyakit ini umumnya dapat berkaitan dengan pakan yang kasar atau ranting-ranting yang tumbuh di wilayah yang terjangkit penyakit anthrax. bahan pakan yang kasar kadangkala menusuk membran di dalam mulut atau saluran pencernaan dan masuklah bakteri Bacillus anthracis tersebut melalui luka-luka itu. jadi melalui luka-luka kecil tersebut maka terjadi infeksi spora.Penularan dapat terjadi karena ternak menelan tepung tulang atau pakan lain atau air yang sudah terkontaminasi spora. Selain itu gigitan serangga pada ternak penderita di daerah wabah yang kemudian serangga tersebut menggigit ternak lain yang peka di daerah yang masih bebas merupakan cara penularan juga.Pada manusia, biasanya infeksi berasal dari ternak melalui permukaan kulit terluka, terutama pada orang-orang yang banyak berhubungan dengan ternak.Infeksi melalui pernafasan mungkin terjadi pada pekerja-pekerja penyortir bulu domba (wool-sarter's disease), sedangkan infeksi melalui pencernaan terjadi pada orangorang yang makan daging asal ternak penderita anthrax.Gejala Teknis• Bentuk sepsisBentuk ini ditandai dengan demam, suhu sekitar 400C, sakit kepala, rasa nyeri di daerah lumbar dan epigastrium, mual tanpa muntah. Sering ada diarrhe campur darah. Beberapa waktu kemudian menurun tetapi disertai tymphani di daerah epigastrium.• Bentuk gastro enteritisPenularan terjadi secara peroral, demam tidak begitu tinggi apabila dibandingkan dengan bentuk sepsis. Tanda-tanda, seperti rasa sakit di perut, menggigil, dalam waktu singkat bisa meninggal. Bisa disertai sesak nafas, daerah limfa dan hati terasa sangat sakit dan meninggal dalam waktu 2 - 4 hari. Ada pula yang memperlihatkan kebengkakan di daerah dada dan leher.• Bentuk pulmonairPenularan terjadi secara inhalasi, Tanda -tanda : mula-mula mempunyai tandatanda infeksi ringan pada alat pernapasan bagian atas. kira-kira 3,5 hari kemudian memperlihatkan gejala-gejala sesak nafas akut dan shock, kemudian meninggal. Kadangkadang ada juga yang memperlihatkan gejala meningitis dan hyperemia akut.PengobatanPengobatan umumnya dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara antiserum dan antibiotika. Antibiotika yang dipakai antara lain Procain Penisilin G, Streptomisin atau kombinasi antara Penisilin dan Streptomisin.KesmavetAnthrax bersifat zoonosis dan merupakan penyakit yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Pada manusia, biasanya infeksi berasal dari ternak melalui permukaan kulit terluka, terutama pada orang-orang yang banyak berhubungan dengan ternak.Infeksi melalui pernafasan mungkin terjadi pada pekerja-pekerja penyortir bulu domba (wool-sarter's disease), sedangkan infeksi melalui pencernaan terjadi pada orangorang yang makan daging asal ternak penderita anthrax.Guna mencegah penularan penyakit anthrax dari ternak ke manusia, maka peran Rumah Potong Ternak (RPH) sebagai unit pelayanan masyarakat dalam menyediakan daging yang higienis perlu ditingkatkan.Tindakan pencegahan yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah hindari kontak langsung (bersentuhan) dan makan daging atau jerohan serta memakai/menggunakan bahan-bahan yang berasal dari ternak yang terkena anthrax. Mencuci sayur dan buah-buahan secara bersih serta memasak bahan makanan yang berasal dari ternak sampai matang sempurna.Pengadaan vaksin anthrax untuk ternak harus ditingkatkan dan vaksinasi harus tetap dilakukan secara terencana dan teratur meskipun penyakit anthrax tidak ditemukan dalam waktu puluhan tahun. Perlu secara ketat dilakukan penutupan daerah endemik anthrax bagi keluarmasuknya ternak ternak dan peternakan. Penulis : Hamzar, Sp