Permintaan jagung yang semakin meningkat diiringi harga jagung yang semakin membaik , belum diringi dengan produktifitas jagung di Indonesia. Banyaknya faktor yang membuat produktifitas jagung tidak meningkat, salah satu faktornya yaitu serangan penyakit yang sangat Familyar yaitu Bulai. Didesa Mekar Sari Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan pada Kelompok Tani Tani Jaya hamper semua anggota kelompoknya bertanam jagung. Tanaman jagung yang terserang penyakit bulai tidak hanya menurun produksinya tetapi bisa juga tidak panen sama sekali. Penyakit bulai (downey mildew) disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis, merupakan penyakit yang sangat perlu mendapat perhatian lebih pada tanaman jagung karena tanaman yang tertular/ terinfeksi akan berakibat tanaman jagung tidak berproduksi . Gejala Penyakit Bulai Ditandai dengan tampaknya garis-garis putih atau kuning sejajar tulang daun dengan batas yang jelas. Warna daun tanaman muda yang mendadak menjadi bergaris-garis kuning pucat (klorosis/ khlorotik) atau bahkan putih yang kemudian menyebar ke seluruh daun. Warna putih seperti tepung pada permukaan bawah maupun atas bagian daun yang berwarna khlorotik, tampak dengan jelas pada pagi hari. Daun yang khlorotik sistemik menjadi sempit dan kaku. Pada serangan yang berat, seluruh tubuh tanaman berwarna kuning pucat dan kemudian mati. Bahkan bila infeksi sampai ke titik tumbuh maka daun yang tumbuh kemudian juga mengalami khlorotik Perkembangannya akar dan pertumbuhan tanaman terbatas, Bila masih muda terinfeksi maka tanaman tidak menghasilkan, dengan kata lain penyakit ini apabila menyerang pada stadium pertumbuhan awal dapat menyebabkan 100% kegagalan panen. Tanaman yang terserang di bawah umur 1 bulan biasanya mati. Gejala lainnya adalah terbentuk anakan yang berlebihan dan daun-daun. Beberapa sebab Penyakit Bulai pada Tanaman Jagung antara lain : Penanaman varietas jagung yang rentan terhadap Bulai Penanaman jagung secara terus menerus sepanjang tahun Dosis fungisida rendah akibat dosis dikurangi atau penggunaan Fungisida Palsu Tindakan eradikasi tidak dilakukan Peningkatan virulensi bulai terhadap tanaman inang jagung Cara Pengendalian yang Efektif Langkah Pertama Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa Hand speyer yang telah berisi air biasa di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terseranga oleh penyakit bulai. Langkah Kedua Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa dan fungisida Hand speyer yang telah berisi air biasa dan fungisida di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terseranga oleh penyakit bulai. Pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung dengan cara seperti tersebut diatas, semoga dapat bermanfaat bagi para petani dalam membudidayakan tanaman jagung, sehingga tanamannya dapat berproduksi semaksimal mungkin dan dapat meningkatkan pendapatan para petani.