Penyakit Busuk Daun (Phytophthora infestans (Mont.) de Bary)Sistematika Penyakit Hawar Daun pada tanaman family Solanaceae (Phytophthora infestans (Mont.) de Bary) sebagai berikut :Kingdom : ChromalveolataDivisio : EukaryotaKelas : Oomycetes Ordo : PeronosporalesFamili : PyhtiaceaeGenus : PhytophthoraSpesies : Phytophthora infestans (Mont.) de Bary (Cahyadi, 2009).Penyakit hawar daun/busuk daun merupakan penyakit utama yang menyerang tanaman kentang. Penyakit ini tidak diketahui dengan jelas saat pertama kali masuk ke Indonesia, diduga berasal dari bibit impor dari Eropa.Penyakit ini mempunyai sejarah yang penting di Eropa, karena pada periode 1830 sampai 1845 telah menimbulkan kerusakan pada tanaman kentang di Eropa dan Amerika. Kerusakan yang ditimbulkan penyakit P. infestans ini telah menimbulkan kelaparan besar di Irlandia yang mengakibatkan ratusan ribu penduduk meninggal dunia. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagai The Great Famine (Romero dan Erwin, 1969 dikutip Semangun, 1989).Sejak saat itu, penyakit ini telah menjadi kendala utama produksi kentang di dunia, terutama di daerah yang beriklim sejuk dan lembab. Kerugian yang ditimbulkan penyakit ini dapat mencapai 100% gagal panen, terutama pada musim penghujan dengan kelembaban udara 90% (Sangoba dan Hakiza, 1999).Fry dan Goodwin (1995) menjelaskan bahwa epidemi hawar daun sangat sulit dikendalikan, karena tingginya keragaman genetik P. infestans. Banyak usaha yang sudah dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini, diantaranya menggunakan tanaman tahan, tetapi ketahanan tanaman inang mudah terpatahkan karena kehadiaran ras patogen yang berbeda dengan gen yang tahan pada inang.Penyakit ini mula-mula menyerang daun kentang, pada infeksi yang berat seluruh daun yang terinfeksi membusuk sehingga pada akhirnya tanaman mati. Penyakit ini juga dapat menyerang umbi kentang, meskipun di Indonesia jarang ditemukan gejala infeksi pada umbi (Ferling dan Iskandar, 1995).Menurut Direktorat Perlindungan Hortikultura (2002), serangan patogen hawar daun kentang selama tahun 2001 terjadi mulai bulan Oktober dan intensitas serangan tertinggi terjadi pada bulan November yaitu pada musim hujan. Faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi ketahanan tanaman kentang seperti suhu, kelembaban, temperature dan curah hujan, karena faktor lingkungan secara serentak berpengaruh terhadap tanaman dan patogenSampai saat ini, penelitian penyakit hawar daun masih terbatas pada identifikasi ras P. infestans dan pengendalian penyakit dengan fungisida berbahan aktif metalaxyl saja.