PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Busuk pangkal batang (BPB) kelapa sawit merupakan penyakit yang paling destruktif di perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia. Patogen ini tidak hanya menyerang tanaman tua, tetapi juga yang masih muda. Saat ini, laju infeksi penyakit BPB berjalan semakin cepat, terutama pada tanah dengan tekstur berpasir. Beberapa minggu lalu, insidensi penyakit BPB (Busuk Pakal Batang) Menyerang perkebunan kelapa sawit milik ketua kelompok tani sepakat yang bernama Idrus yang berdomisili di desa Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten bengkalis Provinsi Riau. Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) disebabkan oleh jamur Gedonerma boninense, tanaman kelapa sawit yang sudah terserang jamur ini sangat sulit untuk di kendalikan, dikarenakan jamur menyerang dari dalam batang kelapa sawit, dan tanaman kelapa sawit yang terserang oleh penyakit jamur gendoderma ini tidak menampakkan gejala yang signifikan. Ini Gambar Tanaman Kelapa Sawit Milik Bapak Idrus Yang Terkena Penyakit Yang Disebabkan Jamur Gendoderma Boninense : Cara pengendalian penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) kelapa sawit telah banyak dilakukan oleh pekebun kelapa sawit. Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan sejak proses tanam ulang, yaitu melalui sanitasi sisa-sisa batang dan akar yang terinfeksi Ganoderma. Sanitasi sumber inokulum ini dapat meminimalkan kontak antara akar sehat dan sisa-sisa akar terinfeksi yang merupakan salah satu mekanisme utama penyebaran Ganoderma di lapangan . Selain itu juga bisa dilakukan dengan Pengendalian hayati dengan pemanfaatan agens antagonis, seperti cendawan Trichoderma sp. dan endomikoriza. Meskipun demikian, hasil pengendalian secara hayati ini masih belum konsisten di lapangan. Sementara itu, teknik pengendalian secara kimiawi sintetik menggunakan beberapa bahan aktif fungisida juga dilaporkan kurang memuaskan. Pengendalian penyakit BPB yang paling ideal ialah menggunakan tanaman toleran Ganoderma. PENULIS : AHMAD NAZIR. SP