Loading...

Penyakit Cacing Pada Ternak Sapi Bali di Kecamatan Napabalano

Penyakit Cacing Pada Ternak Sapi Bali  di Kecamatan Napabalano
Komoditas peternakan yang dikembangkan di Kabupaten Muna, khususnya di Kecamatan Napabalano cukup beragam yaitu: sapi bali, kambing, sapi perah, ayam buras (ayam kampung), ayam ras danitik. Usaha peternakan ini telah dilakoni oleh sebagian masyarakat Kabupaten Muna baik sebagai sumber penghasilan utama atau sebagai penghasilan tambahan. Harapannya, keseluruhan aktivitas peternakan tersebut berperan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan peternak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dari beragam komoditas peternakan yang dikembangkan, peternakan sapi bali adalah komoditas yang banyak dikembangkan oleh masyarakat di Kecamatan Napabalano. Pola pemeliharaan yang cenderung mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya menjadi salah satu alasannya. Pengembangan sapi bali di Kecamatan Napabalano sebagian besar masih menerapkan sistem pemeliharaan tradisonal/konvensional dimana pola pemeliharaanya masih ekstensif atau diumbar. Dalam pemerilharaan sapi bali beberapa kendala sering ditemui peternak, khusunya peternak Kecamatan Napabalano antara lain: tingkat pemahaman/pengetahuan peternak akan ilmu beternak sapi secara umum dan kendala gangguan kesehatan hewan/penyakit ternak. Penyakit tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi karena dapat menurunkan produktivitas ternak namun juga dapat mengakibatkan kematian. Dampak negatif lain yang dapat muncul yaitu menurunnya minat peternak untuk mengembangkan usahanya. Salah satu penyakit yang banyak menyerang ternak sapi adalah cacingan. Sistem pemeliharaan sapi yang masih dilepas merupakan salah satu faktor resiko tingginya angka penyakit cacingan pada ternak sapi. Sapi dibiarkan mencari pakan sendiri sehingga jaminan akan pakan yang bersih dan sehat tidak terpenuhi. Cacingan merupakan suatu kondisi dimana hewan terinfentasi cacing didalam tubuhnya. Jenis cacing yang banyak menginfeksi sapi secara berurutan yaitu cacing gilig, cacing daun dan cacing pita. Gejala klinis yang tampak pada ternak antara lain : bobot badan yang menurun (kurus), bulu kusam, tidak nafsu makan, diare dan adanya kantong cairan dibawah dagu dan hal ini terlihat pada saat cacingan sudah parah.Penanganan cacingan pada ternak adalah dengan pemberian obat cacing sesuai dosis dan waktu yang tepat. Untuk pencegahan cacingan pada ternak secara prinsip adalah memutus siklus perkembangan cacing. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah caingan pada ternak adalah : Memberikan pakan yang dipanen/dipotong setelah embun pada rumput mengering atau rumput yang sudah dilayukan Tidak menggembalakan ternak terlalu pagi untuk menghindari termakanya larva cacing yang menempel pada rumput-rumput yang basah Pemberian obat cacing secara teratur antara 3-6 bulan sekali Pemberian pakan berkualitas, sumplemen makanan dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Memperhatikan kebersihan dan tingkat kelembaban kandang. Cacingan pada ternak merupakan masalah besar karena menyebabkan kerugian secara ekonomi dimana ternak akan kehilangan berat badan, merusak performa ternak bahkan menyebabkan kematian ternak. Untuk itu diperlukan kesigapan peternak dalam merespon setiap gangguan kesehatan serta menerapkan program deworming/pengobatan cacingan secara teratur, berkala dan berkesinambungan. Oleh. WA ODE LILIYANA RAJA ALI, S.Pt