A. Pengertian Hawar Bakteri (HB)Hawar bakteri (HB) merupakan penyakit yang dapat menginfeksi bibit dan tanaman tua. Bila HB menyebabkan layu pada pembibitan disebut kresek dan bila menyerang daun disebut hawar daun. Tanaman yang terinfeksi kehilangan areal daun dan menghasilkan gabah yang lebih sedikit dan lebih jelek kualitasnya. Pada pembibitan, daun yang terinfeksi berubah hijau keabu-abuan dan menggulung.Bibit yang terinfeksi hingga layu (kresek) mirip dengan kerusakan awal oleh penggerek batang. Pada tanaman yang lebih tua, luka biasanya dimulai sebagai strip basah sampai kekuningkuningan pada helaian daun atau ujung daun. Luka dapat berubah kuning ke putih dan menginfeksi daun secara parah sehingga cenderung mati dengan cepat. Luka ini kemudian menjadi keabuan karena pertumbuhan berbagai jenis jamur saprofit. Malai menjadi steril dan tidak berisi tapi tanaman tidak terganggu pertumbuhannya meski dalam keadaan parah. Penyebab terjadinya serangan Hawar Bakteri HB antara lain :1. Xanthomonas oryzae pv. Oryzae. 2. Suhu tinggi3. kelembaban tinggi4. cuaca hujan 5. pemakaian pupuk N berlebihan HB adalah penyakit penting dan umum ditemukandi negara tropik dan subtropik, di lahan beririgasi dan sawah tadah hujan. Di sawah yang terinfeksi HB kehilangan hasil panen dapat berkisar antara 6- 60%. B. Cara Mengendalikan Hawar Bakteri1. Kurangi kerentanan tanaman terhadap infeksi• Gunakan varietas tahan. • Pemupukan berimbang, penyakit semakin parah bila pupuk N dipakai secara berlebihan bagi tanaman. 2. Kurangi kerusakan bibit dan penyebaran penyakit• Infeksi bibit terjadi melalui luka dan kerusakan bagian tanaman. • Penanganan yang buruk atau angin kencang dan hujan dapat menyebabkan tanaman sakit. • Penyakit menyebar melalui kontak langsungdan melalui air.3. Kurangi penyebaran penyakit dengan• Penanganan bibit secara baik waktu tanam pindah.• Pertahankan pengairan dangkal dalam persemaian• Membuat drainase yang baik ketika genangan tinggi4. Kurangi jumlah inokulum• Tunggul tanaman yang terinfeksi dan gulma dapatmenjadi sumber inokulum.• Pertahankan sawah bersih-buang atau bajak gulma, jerami yang terinfeksi, ratun padi yang semuanya dapat menjadi sumber inokulum.• Keringkan sawah-upayakan sawah bera mengering untuk membunuh bakteri yang mungkin bertahan dalam tanah atau sisa tanaman. ZAMRY FAHRIZAL, SP-Admin CYbex Kab. Pamekasan