Loading...

Penyakit Hawar Daun (Kresek) pada Tanaman Padi dan Upaya Pengendaliannya

Penyakit Hawar Daun (Kresek) pada Tanaman Padi dan Upaya Pengendaliannya
Penyakit hawar daun atau dikenal dengan kresek merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur patogen. Penyakit hawar daun bisa menyerang beberapa jenis tanaman salah satunya adalah tanaman padi. Bercak coklat kering pada daun padi menjadi identitas dari penyakit ini. Karena padi umumnya ditanam dilahan berair/basah dimana kondisi ini merupakan salah satu kondisi ideal untuk berkembangnya bakteri dan cendawan, maka hal ini menyebabkan tanaman padi sangat rentan terhadap serangan penyakit. Hawar daun.Gejala penyakit hawar daunPenyakit hawar daun memiliki beberapa gejala yang mudah dikenali diantaranya adalah :1. Diawal pertumbuhan padi tanama akan layu, kering dan mati2. Muncul bercak pada daun tanaman dewasa yang mulai dari bagian tepi lalu mongering dan menyebar keseluruh bagian daun.3. Pada tingkat yang parah, maka batang padi ikut mongering (mirip gejala busuk batang padi/sundep) dimana hal ini akan menyebabkan tanaman padi mati.Penyebab penyakit hawar daun pada tanaman padiTerkadang petani awam salah analisa sehingga mengira penyebabnya adalah jamur sehingga meski disemprot fungisida sistemik dan kontak dengan dosis tinggi sekalipun tanaman tidak menunjukkan tanda tanda kesembuhan. Bakteri penyebab hawar daun pada tanaman padi adalah Xanthomonas Oryzae pv. Bakteri ini sangat menyukai lingkungan yang lembab (berair) dimana jumlah bakteri yang menjadi musuhnya sangat sedikit. Selain itu sirkulasi air yang kurangserta intensitas matahari yang kurang juga menambah besar peluan bakteri untuk berkembang. Selain itu tanaman yang kekurangan unsur kalium juga memiliki daya tahan yang lemah terhadap serangan hawar daun. Maka dari itu penting untuk menjaga kecukupan nutrisi tanaman.Cara mencegah serangan penyakit hawar daun pada tanaman padi.Langkah pencegahan sedari awal akan meminimalisir perkembangan bakteri penyebab hawar daun untuk berkembang pesat. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh guna mencegah laju perkembangan bakteri patogen hawar daun :• Membuat dan mengatur saluran irigasi pada lahan sehingga air pada lahan bisa bersirkulasi.• Mengatur jarak tanam dengan tepat sehingga cahaya matahari bisa optimal menyinari sela-sela tanaman.• Menggunakan pupuk yang seimbang (NPK) dan juga bisa ditambahkan pupuk kalium (KCL) guna menambah daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit • Menerapkan EM4 dan trichoderma pada lahan serta tanaman padi guna menekan pertumbuhan bakteri jahat• Menyemprotkan bakterisida sistemik (streptomicyn) tiap 10 hari sekali untuk mencegah serangan bakteri• Menyemprotkan fungisida sistemik berbahan aktif karbendazim setiap 10 hari sekali guna mencegah serangan cendawan patogen penyebab penyakit hawar daun pada tanaman padi• Menanam varietas padi yang unggul dan tahan penyakit hawar daun (kresek)Cara Mengatasi penyakit hawar daun pada tanaman padi :• Begitu menemukan gejala dan ciri yang sesuai maka segera semprotkan bakterisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida 2-3 hari berturut-turut. Tembaga hidroksida otomatis juga berfungsi ganda sebagai fungisida.• Setelah 3 hari dengan bakterisida kontak maka pada hari keempat gunakan bakterisida sistemik berbahan aktif streptomicyn guna mengobati tanaman padi dari dalam jaringan tanaman.• Penyemprotan bakterisida sistemik bisa dicampur dengan pupuk kalium dan phospat (MKP) guna meningkatkan efektifitasnya.• Hentikan penyemprotan dan penaburan pupuk nitrogen untuk sementara waktu hingga penyakit hawar daun berhasil dikendalikan. (Suharyanto, S.PKP. Penyuluh BPP Way Bungur Kab Lampung Timur) Sumber tulisan : https://ilmubudidays.com