Loading...

Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB)

Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB)
Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB)Penyakit Hawar Daun Bakteri atau disebut juga penyakit Kresek merupakan salah satu penyakit padi terbesar di beberapa ekosistem wilayah penghasil padi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae (Xoo). Patogen ini dapat menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman dari mulai persemaian sampai menjelang panen. Penyebab penyakit (pathogen) menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau lubang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun. Hal tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan tanaman untuk melakkukan fotosintesa. a. Bila serangan terjadi pada awal pertumbuhan, tanaman padi layu dan mati, gejala ini disebut kresek. Pada tanaman dewasa menimbulkan gejala hawar. Gejala dimulai dari tepi daun, berwarna keabu-abuan dan dan lama-lama daun menjadi kering. b. Bila serangan terjadi saat berbunga, proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna, menyebabkan gabah tidak terisi penuh atau bahkan kosong. Pada kondisi seperti ini kehilangan hasil mencapai 50-70 persen. Penyakit hawar daun bakteri sering timbul terutama pada musim hujan. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit Pertanaman yang dipupuk nitrogen dengan dosis tinggi tanpa diimbangi dengan pupuk kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terutama adalah kelembapan yang tinggi sangat memacu perkembangan penyakit ini.Oleh karena itu untuk menekan perkembangan penyakit ini disarankan tidak memupuk tanaman dengan dosis notrogen yang tinggi atau secara berlebihan, gunakan pupuk kalium dan tidak menggenangi tamanam secara terus menerus. Sebaiknya pengairan dilakuka secara berselang. PENGENDALIAN PENYAKIT 1. Teknik BudidayaUntuk menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri disarankan dengan pengendalian sacara terpadu mencakup cara budidaya dengan perlakuan bibit secara baik, jarak tanam tidak terlalu rapat, pengairan secara berselang, pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan penggunaan varietas yang tahan. Bakteri penyebab penyakit hawar daun menginfeksi tanaman melalui luka dan lubang alami, oleh karena itu memotong bibit sebelum tanam sangat tidak dianjurkan karena akan mempermudak terjadinya infeksi oleh bakteri pathogen. 2. Pengelolaan Tanaman TerpaduPenanaman dengan konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) sangat dianjurkan untuk mengurangi resiko penyakit hawar daun bakteri. Konsep PTT yaitu: • Menggunakan varietas unggul baru• Pemilihan benih berkualitas• Pengairan berselang• Penyiangan dengan tepat• Penggunaan bahan organik jerami yang sudah dikomposkan atau kotoran hewan yang sudah dikomposkan• Penggunaan pupuk urea tidak berlebihan• Monitoring hama penyakit Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati yang mengandung mikroorganisme atau bakteri lain yang menguntungkan yang dapat menekan penyakit hawar daun bakteri, antara lain menggunakan produk “Landbouw Hayati”.