penyakit jamur akar putih (jap) permasalahan utama pada perkebunan karet rakyat adalah rendahnya produktifitas hasil yang disebkan oleh rendahnya adopsi teknologi oleh petani, terutama penggunaan bahan tanam unggul, pemupukan , dan pengendalian penyakit. jamur akar putih (jap) yang disebabkan oleh rigidiparus microporus merupakan salah satu penyait penting tanaman karet. menurut prawirosoemardjo daerah yang sering mengalami serangan berat jamur akar putih di indonesia adalah riau, sumatera barat, kalimantan barat. penyakit jamur akar putik menimbulkan kematian pada tanaman karet, sehingga serangan penyakit ini akan berpengaruh negatif pada produksi kebun. penyakit jamur akar putih (jap) disebabkan oleh regidoporus lignasus/r. microporus yang menyerang akar tunggang maupun akar lateral. penyakit ini dapat mengakibatkan kematian tanaman dengan intensitas yang sangat tinggi terutama pada tanaman karet yang berumur 2 – 4 tahun. serangan dapat terjadi mulai dari pembibitan, tanaman belum menghasilkan (tbm) sampai tanaman yang sudah menghasilkan. gejala serangan serangan jamur akar putih (jap) menyebabkan akar menjadi busuk dan apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat benang-benang berwarna putih kekuningan dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas. gejala serangan yang tampak adalah daun – daun yang semula tampak hijau segar berubah menjadi warna hijau gelap kusam, layu akhirnya kuning dan gugur kemudian di ikuti kematian tanaman. gejala lanjut akar membusuk, lunak dan berwarna coklat. deteksi dini penyakit deteksi dini penyakit dengan pemberian mulsa/ rumput kering pada leher akar, 2 – 3 minggu kemudian mulsa diangkat bila terserang jamur akar putih (jap) akan tampak benang warna putih menempel pada leher akar. dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan. pengendalian jamur akar putih (jap) lebih diarahkan kepada pengendalian pertambahan tanaman terserang. cara pengendalain jamur akar putih (jap) dengan cara menanam tanaman penutup tanah yaitu jenis kacang kacangan, minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet.sebelum penanaman, lubang tanam ditaburi tricoderma harzianum yang dicampur dengan kompos sebanyak 200 gram /lubang tanam ( 1kg tricoderma harzianum) di campur dengan 50 kg kompos / pupuk kandang. pengendalian pada awal yang sudah terserang pada serangan ringan masih dapat diselamatkan dengan cara membuka perakaran , dengan membuat lubang di sekitar leher akar dengan kedalaman sesuai serangan jamur. pembukaan akar yang ditumbuhi jamur dikerok dengan alat yang tidak melukai akar, bagian akar yang busuk dipotong dan di bakar. bekas kerokan dan potongan diberi ter dan izal, kemudian seluruh permukaan akar dioles dengan fungisida yang direkomendasikan. setelah luka mengering, seluruh perakaran ditutup kembali dengan tanah. empat tanaman disekitar tanaman yang sakit ditaburi dengan tricoderma herzianun dan pupuk. tanaman yang telah diobati diperiksa kembali 6 bulan setelah pengolesan dengan membuka perakaran, apabila masih terdapat benangjamur maka dikerok dan dioles fungisida kembali. pengolesan dan penyiraman akar dengan fungisida dilakukan setiap 6 bulan samapi sehat. tanaman yang terserang berat atau telah mati/tumbang harus pangksal batang dan akarnya segera dibongkar, bagian pangkal batang dan akarnya dikubur di luar areal penanaman, menggunakan wadah agar tanah yang terikut tidak tercecer didalam kebun. bekas lubang dan empat tanaman disekitar ditaburi 200 gr campuran tricoderma dengan pupuk kandang 200gr / lubang atau tanaman. pencegahan pada lahan yang telah terinfeksi dengan jamur akar putih (jap), akan ditanami karet dibersihkan dari tunggul- tunggul karet, lubang pertanaman di beri belerang 100- 200 gr per lubang.disekitar tanaman muda yang berumur kurang dari 2 tahun ditanami tanaman antagonis antara lain lidah mertua, kunyit dan lengkuas. safrina, sst penyuluh pertanian miuda