Loading...

Penyakit Layu Fusarium dan Puru Akar pada Tanaman Kenaf

Penyakit Layu Fusarium dan Puru Akar pada Tanaman Kenaf
Penyakit pada tanaman kenaf dibedakan menjadi penyakit infeksius dan penyakit fisiologis. Penyakit infeksius disebabkan oleh pathogen yang berasal dari kelompok jamur, bakteri, virus, viroid, fitoplasma, protozoa, atau nematode. Kondisi lingkungan yang menyebabkan penyakit antara lain kekeringan, banjir, kekurangan atau kelebihan unsur hara. Penyakit infeksius terjadi jika ketiga faktor pendukung ada, yaitu inang, pathogen dan lingkungan saling mendukung. Penyakit Layu Fusarium dan Puru akar merupakan penyakit yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi serat .Penyakit Layu FusariumPenyakit menyerang tanaman sejak benih berkecambah, sampai dewasa. Kecambah maupun tanaman muda yang terserang penyakit ini akan layu dan akhirnya mati. Tanaman dewasa yang terserang penyakit ini akan layu, daunnya berwarna kuning dan lama kelamaan mati. Terjadi pembusukan mulai dari akar sampai pangkal batang di atas permukaan tanah.Penyebab penyakitPenyakit Layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium spp. Terdapat dua spesies fusarium penyebab kelayuan, yaitu Fusarium oxysporum Schlecht dan Fusarium moniliforme Sheldon var.sub glutinans Wollenw. And ReinkEpidemiSumber inoculum utama bersumber dari tanah atau sisa-sisa tanaman. Mula-mula konidia (alat penyebaran utama jamur Fusarium) masuk ke dalam akar melalui pelukaan dan berkembang di dalam berkas pembuluh. Miselia jamur dan racun yang dikeluarkan menyumbat pembuluh sehingga pengangkutan air dan nutrisi dari akar ke atas terhambat, sehingga tanaman layu. Pada serangan berat tanaman akhirnya mati. Jamur Fusarium spp berkembang cepat apabila kelembaban tanah tinggi, suhu tanah sedang dan tanaman kenaf telah diserang nematode puru akar (Meloidogyne spp.). Pada saat tidak ada tanaman inang Fusarium hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa tanaman. Jamur ini juga mempertahankan diri dengan cara membentuk klamidospora. Patogen ini dapat bertahan di dalam tanah lebih dari empat tahun.PengendalianPengendalian terbaik adalah pengendalian secara terpadu dengan mengkombinasikan komponen-komponen pengendalian sehingga populasi nematode di bawah ambang ekonomi. Komponen pengendalian yang bisa di aplikasikan pada pertanaman kenaf yang banyak diserang nematode puru akar yaitu: (1) Sanitasi, yaitu mencabut tanaman yang mati, dan dibakar. Tanah bekas tanaman dibalik agar bagian bawah terkena sinar matahari sehingga jamur mati; (2) Rotasi tanaman: Lahan yang banyak terserang Fusarium sebaiknya tidak ditanami dengan tanaman inang selama kurang lebih empa tahun; (3) Penggunaan varietas tahan, seperti SUC/003 H, SRB/070 H; SUL: BL/137 H; Everglades 71; G51;NY/069 H. PI270118; PI 318723; PI 343137; CHN/027 H; BL/052 H; DS/002 H; (4) Kimiawi: disemprot dengan fungisida dengan bahan aktif mankozeb 0,3-0,5%; atau benomyll 0,5 % pada pangkal batang.Penyakit Puru AkarPenyakit ini banyak menyerang tanaman kenaf yang ditanam di lahan tegal yang tanahnya ringan. Gejala: Tanaman yang terkena penyakit ini biasanya pertumbuhannya kerdil terhambat dan layu sementara. Pada siang hari tanaman layu tetapi pada sore hari dan pagi hari segar kembali. Jika serangan terus terjadi maka akan layu permanen dan mati. Apabila tanaman yang terserang penyakit ini dicabut, maka akan terlihat adanya puru akar (akar yang membengkak). Tanaman yang terserang nematode in akan epat mati jika diikuti oleh infeksi pathogen lainnya, misalnya jamur F. oxysporum, Sclerotium sp.Penyebab PenyakitPenyakit Puru akar disebabkan oleh nematode puru akar Meloidogyne spp., spesies yang dominan menyerang kenaf di Indonesia adalah M. javanica dan M. incognita. Siklus hidupSiklus hidup nematode puru akar b ervariasi , sekitar 14 hari. Stadium telur antara 5-7 hari. EpidermiLama siklus hidup Meoidogyne sp adalah 17 hari pada suhu 27,5-30O C, 21-30 hari pada suhu 24oC, 31 hari pada suhu 20oC dan 57hari pada suhu 15,4oC. Suhu juga mempengaruhi daya tahan nematode puru akar. Pada suhu 0-4 o C telur dan larva akan mati dalam 1-2 minggu, sedangkan pada suhu 21oC dapat tahan sampai 4 bulan. Pada tanah kering, telur dan larva akan dehidrasi sehingga cepat mati. Pada tanah yang terlalu basah, nematode kekurangan oksigen sehingga menimbulkan kematian. Kadar oksigen optimum bagi perkembangan embrio, penetasan telur dan gerakan nematode puru akar adalah di atas 10%. Tanah dengan pH agak asam sampai netral sangat cocok untuk nematode puru akar. Penetasan selama 10 hari. telur Meloidogyne spp pada tanah yang diberi eksudat kecambah tomat meningkat sebanyak 24%. Pada kondisi tanah yang baik, telur dapat bertahan sampai satu tahun. Pengendalian:.1) Sanitasi, dengan membersihkan sisa tanaman sakit dan dan mencabut gulma inang kemudian dikumpulkan dan dibakar; 2) Teknik budidaya meliputi teknik pemberoan, pengeringan, penggenangan serta membalik tanah serta rotasi dengan tanaman bukan inang, untuk memutus rantai makanan; 3) Penggunaan varietas yang tahan terhadap penyakit puru akar yaitu Hc GI, Hc G4, Hc G45, Hc Cuba 102 dan Hc Cuba 10811; 4) Pengendalian hayati dengan meningkatkan populasi Jamur yang merupakan anatagonis antara lain Paecilomyces lilacinus dan Arthrobrotys sp., dilakukan dengan penambahan bahan organik ; 5) Pengendalian kimiawi dilakukan jika populasi nematode cukup tinggi. Nematisida untuk mengendalikan nematode puru akar antara lain karbofiran dengan dosis 40-80kg/ha, Dazomet 10-15 kg/ha. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan, BPPSDMP, Kementan).Sumber: KENAF (Hibiscus cannabinus L.). Departemen Pertanian. Badan Penelitian .Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan serat. 2009.