Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditi penting di Indonesia, dan merupakan tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun tidak jarang petani bawang merah menghadapi berbagai macam kendala dalam kegiatan usaha budidaya tanaman umbi ini. Masalah utama dalam usaha budidaya bawang merah adalah gangguan serangan hama maupun penyakit yang sangat merugikan. Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat menyebabkan kehilangan hasil yang tidak sedikit, bahkan bisa mengakibatkan gagal panen. Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh petani bawang merah, terlebih lagi ketika budidaya dilakukan pada musim hujan, resiko serangan OPT semakin tinggi. Salah satu kendala yang cukup berat dalam usaha budidaya bawang merah adalah serangan penyakit busuk daun (antraknosa). Penyakit antraknosa ini sangat cepat berkembang biak dan menular, terutama pada musim hujan. Penyakit busuk daun (antraknosa) pada tanaman bawang merah disebabkan oleh cendawan Collectricum gloeosporiodes. Penyakit ini menyebar dan berkembang cepat pada kondisi kelembaban udara tinggi, tanaman yang terinfeksi akan mati dengan cepat, mendadak dan serentak Gejala dan Ciri Penyakit Busuk Daun Bawang Merah Daun segera mengguning, layu dan mengering Daun mati yang berwarna putih diliputih oleh kapang hitam Didekat ujung daun timbul bercak hijau pucat Daun bagian bawah rebah, pangkal daun mengecil, berwarna gelap dan tanaman akan mati mendadak Pada saat ini Tanaman Bawang Merah terserang penyakit Busuk Daun , di Desa Kemukus Kecamatan Ketapang Kebanyakan Busuk Daun menyerang tanaman bawang merah secara keseluruhan dan menular ketanaman bawang merah yang masih sehat . Pada saat curah hujan tinggi dan tiupan angin kencang penyakit ini berpindah dan menyerang tanaman yang masih sehat dengan gejala yang ditimbulkan bercak pada daun tanaman bawang merah. Gejala ini menimbulkan penurunan pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah, sedangkan karena serangan penyakit, maka tanaman akan akan mengeluarkan bau bawang yang menyengan dan daun menjadi busuk. Upaya pengendalian Busuk Daun secara umum dapat dikendaliakn dengan cara Penyemprotan secara rutin menggunakan Fungisida Sistemik seperti Antracol dan Revus serta pengendalian secara biologis dengan cara pengasapan di sekeliling lahan. Upaya pencegahan sebelum penanaman yaitu : menggunakan benih/ bibit yang sehat , rotasi tanam, pengolahan lahan yang sempurna mati. Pengendalian Penyakit Busuk Daun Teknis dan Hayati 1). Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang. Cara ini dilakukan untuk memutus siklus hidup Fusarium yang ada di dalam tanah 2). Pengolahan lahan yang baik, antara lain dengan pemncangkulan dan penjemuran lahan, serta membersihkan sisa-sisa tanaman sebelumnya, 3). Pengapuran untuk meningkatkan pH tanah. pH tanah yang rendah adalah kondisi terbaik dan disukai jamur patogen. 4). Drainase yang baik untuk mencegah genangan air hujan diarea pertanaman, 5). Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan gulma dan rumput liar 6). Menggunakan benih/bibit yang sehat dan bebas dari fusarium, 7). Menggunakan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) plus agens hayati Trichoderma sp. dan Gliocladium sp.. 8). Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular ke tanaman lainnya.