Loading...

PENYAKIT LUKA API PADA TANAMAN TEBU

PENYAKIT LUKA API  PADA  TANAMAN TEBU
Penyebab penyakit Iuka api adalah cendawan Ustilago scitaminea Sydow. Merupakan penyakit yang pada suatu saat menyebabkan wabah, tetapi pada waktu lain menghilang dan tidak diketemukan pada tanaman tebu. Penanaman varietas tebu peka secara besar-besaran dapat memacu timbulnya peledakan penyakit luka api ini dengan mendadak.Sebaran penyakit. Penyakit luka api pertama kali dilaporkan di Jawa pada tahun 1881, dan bukan merupakan penyakit yang penting pada saat itu di sini. Pada tahun 1929 dilaporkan terdapat penyakit luka api di Jombang, Nganjuk dan Madiun. Setelah itu penyakit ini tidak pernah dilaporkan lagi adanya. Baru kemudian pada tahun 1979 dilaporkan adanya penyakit luka api di area pernanaman tebu PG Trangkil. Hingga sekarang penyakit ini dilaporkan keberadaannya di area penanaman tebu di Jawa dan selanjutnya di area pertanaman tebu luar Jawa antara lain Aceh, Lampung dan Sulawesi Selatan. Hingga akhir 1991 tampaknya wabah penyakit ini belum lagi mereda, bahkan meluas di area tanaman tebu dari Jawa Barat hingga Jawa Tirnur.Penularan dan gejala. Cara penularan selain melalui bibit yang berasal dari tanaman yang berpenyakit luka api juga melalui spora cendawannya. Spora dapat terbawa oleh angin, alat pertanian dan manusia yang menggunakan serta pakaian yang dipakai. Infeksi dapat rnelalui mata tebu, baik mata tebu yang telah tumbuh maupun bagal bibit yang akan ditanam di dalam tanah yang rnengandung spora penyakit luka api. Infeksi dapat juga terjadi melalui luka pangkas pada bagal atau luka-luka pada bagian tanaman lainnya. Penyakit ini mempunyai banyak tanaman inang antara lain Saccharum spontanium, Imperata arundinacea, Erianthus saccharoides, Sorghum vulgare, dan Rottboellia exaltata. Tanaman tebu yang terserang penyakit luka api pada umumnya lebih kecil daripada tanaman yang sehat. Gejala yang khas pada tebu yang terserang 1uka api ialah pembentukan organ yang menyerupai cambuk berwama hitam pada pucuk batang tebu, yang sebenamya daun rnuda yang berubah bentuk dan "fungsinya". Ukuran cambuk tersebut lebih kurang sebesar pensil,dan tidak bercabang, serta tampak kaku. Pada cambuk tersebut menempel berjuta-juta klamidospora yang dilapisi selaput tipis tidak berwama. Setelah rnasak selaput ini akan pecah dan melepaskan spora yang menyerupai jelaga dalam jumlah yang sangat besar. Kerugian yang terjadi. Kerugian yang terjadi sangat bervariasi tidak berarti sampai besar sekali sehingga rnembahayakan perindustrian gula. Besar kecilnya kerugian terutama tergantung dari tiga faktor, yaitu : - Macam infeksi. Kerugian terbesar terjadi bila penanaman rnenggunakan bibit sakit yang berasal dari tanaman berpenyakit luka api. Kerugian yang diderita bila infeksi bibit terjadi pada waktu tanam baik secara langsung maupun melalui tanah adalah lebih kecil; - Kategori tanaman. Kerugian pada tanaman tebu keprasan dari kebun-kebun tebu yang terserang penyakit luka api adalah jauh lebih besar daripada tanaman pertama (baru); - Saat infeksi. Tanaman tebu yang infeksi lebih awal kerugiannya akan lebih besar daripada tanaman tebu yang kena infeksinya lebih kemudian atau lebih lambat.Pengendalian. Dalam pengendalian penyakit luka api dapat dilaksanakan rnelalui : (i) jangka pendek, (ii)jangka rnenengah, dan (iii) jangka panjang. Teknis pelaksanaannya secara ringkas diuraikan berikut ini.Pengendalian jangka pendek. Dalarn rnelaksanakan pengendalian jangka pendek, dibedakan tingkat serangan dengan hitungan tanarnan sakit per rurnpun, sebagai berikut: - Ringan: 0 - 2 % rurnpun terserang, - Sedang: 2 - 10 % rurnpun terserang, - Berat : > 10 % rumpun terserang. Yang dimaksud dengan hitungan tanaman sakit per rumpun adalah jika dalam suatu rumpun terdapat satu tunas atau batang saja yang sakit maka satu rumpun tersebut seluruhnya dianggap sakit.Pemusnahan rumpun yang terserang. Cara ini hanya dapat dilaksanakan pada kebun-kebun dengan tingkat serangan ringan dan sedang. Pada kebun dengan tingkat serangan yang lebih berat sebaiknya dilakukan pemusnahan total, dibongkar dan dibakar. Agar spora jarnur tidak tersebar luas (bertebaran), pernusnahan rurnpun-rumpun yang sakit hendaknya dikerjakan dengan hati-hati. Caranya adalah sebagai berikut : - Pucuk-pucuk tebu yang menyerupai cambuk diselubungi dengan kantong plastik, dimulai dari pucuk menuju kearah pangkal. Selanjutnya bagian kantong plastik yang berada di pangkal rumpun diikat bersama pangkal rumpunnya. Kemudian diikat tepat di bawah ikatan tersebut; - Tunggul rumpun sakit yang telah dipotong lalu dibongkar atau didongkel kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik; - Kantong-kantong plastikyang berisi cambuk luka api dan karung plastik yang berisi dongkelan tunggul rumpun sakit dibawa ke luar kebun. Selanjutnya dimusnahkan dengan membakarnya di dalam lubang yang telah disiapkan terlebih dahulu; - Dalam pembakaran diusahakan agar semua bagian tanaman yang terserang dapat musnah terbakar, kemudian lubang ditutup tanah kembali; - Tanaman diamati setiap bulan sampai umur 6 bulan, dan setiap kali dijumpai rumpun tanaman terserang luka api dilakukan pekerjaan pemusnahan seperti yang telah diuraikan. Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusat.Email : agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.