Tanaman pepaya yang diserang penyakit akan terganggu pertumbuhannya, berkurang produksinya dan rendah kualitasnya, sehingga dapat merugikan petani. Sejak awal tanam, petani pepaya harus waspada terhadap tanaman pepaya yang ditanamnya mulai dari pembibitan. Berikut beberapa jenis penyakit tanaman pepaya yang perlu diwaspadai dan dipahami gejala serta pengendaliannya mulai dari bibit yang masih di persemaian. Penyakit Busuk Akar dan Pangkal BatangPenyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytophthora Palmivora dan juga oleh cendawan P Parasitica, cendawan ini berkembang cepat pada kondisi cuaca lembab, spora cendawan ini disebarkan oleh angin dan percikan air hujan.Gejala terlihat rebahnya bibit di persemaian karena bagian pangkal batang membusuk lalu terkulai, bibit layu dengan cepat, kemudian mati. Hal ini dapat terjadi pada bibit yang baru pindah tanam. Serangan pada daun, terlihat daun bawah menjadi layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum rontok. Sedangkan serangan pada akar, tampak bercak cokelat di akar, yaitu akar lateral yang membusuk dan membentuk massa berwarna cokelat tua, lunak dan berbau tak sedap, biasanya menyebabkan tanaman layu dalam hitungan hari. Serangan pada buah pepaya, terlihat bagian yang terserang diselimuti miselium berwarna putih, dimulai dari tangkai buah, selanjutnya buah akan mengeriput, berwarna hitam dan gugur. Buah harus segera dibuang karena dapat menjadi sumber penyebaran penyakit pada akar.Pengendaliannya antara lain dengan: perbaikan sistem drainase kebun agar tidak terjadi genangan, bongkar tanaman yang telah terserang penyakit lalu dimusnahkan, dan jika sudah lebih dari 5% tanaman yang terserang perlu dilakukan penyemprotan tanaman dengan Tembaga Sulfur atau Mankozeb (Dithane M-45 dosisi 0,1-0,2%). Penyakit Rebah Semai (Dumping Off)Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia Solani dan Phytium Sp yang menyerang bibit di persemaian jika keadaan persemaian terlalu lembab dan suhu udara yang terlalu tinggi.Gejala tampak pada bibit tanaman yang terserang menjadi layu, karena ada pembusukan pada pangkal batang dan akar.Pengendalian dengan menjaga kelembaban media persemaian agar tidak terlalu tinggi dan memperbaiki sistem drainase. Selain itu sebelum penyemaian perlu dilakukan sterilisasi media persemaian dengan menyiramkan larutan formalin 4% atau menggunakan gas Fumigan Basamid-G 40-60 g/m2 luas persemaian. Penyakit Tepung (Powdery Mildew)Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Oidium Caricae, penyakit tepung menyebar melalui spora yang diterbangkan oleh angin ke daun tanaman yang sehat.Gejala serangan timbul bercak-bercak putih tipis seperti tepung di sisi bawah daun pepaya. Di sisi atas dekat tulang daun tampak bintik-bintik berwarna kuning atau hijau pucat, lama kelamaan daun berwarna kuning pucat dan terdapat massa kebasah- basahan di bercak tersebut. Penyakit ini juga menyerang tanaman yang masih muda atau bibit di persemaian-persemaian yang terlalu lembab dan kekurangan cahaya matahari meningkatkan serangan penyakit ini. Batang dan tangkai daun tanaman muda yang terserang penyakit ini mengalami bercak tepung yang agak basah, serangan parah menyebabkan kematian tanaman muda. Spora yang dihasilan di daun yang terinfeksi menyebar dengan bantuan angin pada tanaman sehat.Pengendalian penyakit ini dengan cara mengembuskan tepung belerang dosis 0,7% dan dapat juga dengan aplikasi fungisida berbahan aktif Mankozeb (Dithane M0-45 dosis 0,1-0,2%) Chinomethionat (Morestan 25 WP dosis 0,05-0,1%) atau Bupirimat (Nimrod 250 EC dosis 0,1%). Layu BakteriPenyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas Solanacearum atau saat ini dikenal dengan Ralstonia Solanacearum dan menyerang tanaman yang masih muda serta menyerangan tanaman secara tiba-tiba dalam jumlah yang besar.Gejala terlihat tanaman akan layu dan mati dengan cepat hanya dalam beberapa hari. Serangan bakteri ini menyebabkan daun pepaya terkulai dan gugur, meskipun masih terdapat daun yang sehat. Batang tanaman luka basah berwarna cokelat bahkan berlubang. Gejala lanjut yang tampak pada pucuk akar tanaman yang membusuk dan jika dipotong terdapat koloni bakteri berwarna cokelat. Selanjutnya pembusukan menjalar keseluruh tanaman dan menyebabkan tanaman mati.Pencegahan dengan penanaman pepaya tidak berada di dekat pertanaman cabai atau tanaman terung-terungan lainnya, karena tanaman tersebut merupakan inang utama penyakit ini. Selain itu, dengan penggunaan alat pertanian tersendiri, air irigasi yang bersih, penggunakan benih yang bagus, jika tanaman sudah terinfeksi segera bongkar bakar atau kubur di tempat yang jauh dari areal penanaman pepaya, dan perbaiki saluran irigasi bedengan.Semoga bermanfaat. (Penulis: Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informsi:1. Moehd. Baga Kalie. 2010. Bertanam Pepaya. Bogor: Penebar Swadaya, Cetakan XXIV. 2. Semangun H. 2000. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gajah Mada Universitas.