Penyakit pada tanaman kedelai ditimbulkan oleh virus, bakteri parasit, fungsi parasit dan nematode 1. Penyakit akibat virus Penyakit virus penting yang menyerang tanaman kedelai di Indonesia antara lain adalah a. Mosaik kedelai (Soybean Mosaioc Virus/SMV)Penularan penyakit SMV pada tanaman muda dapat menurunkan hasil 50- 90 % penularan SMV ke dalam tanaman, antara lain :- Melalui luka- Terinfeksi oleh virus belang polong buncis- Melalui benih- Melalui vector serangga Pengendalian penyakit SMV dapat dilakukan dengan cara :- Menanam benih bebas SMV- Apabila ditemukan diareal pertanaman kedelai SMV, maka segera cabut dan bakar tanaman yang telah terinfeksi oleh SMV- Menggunakan varietas kedelai yang resisten/tahan terhadap infeksi virus, misalnya varietas Thai-chung- Menggunakan varietas kedelai yang resisten terhadap penularan melalui benih- Membasmi tumbuhan inang SMV terutama yang dekat dengan areal pertanaman kedelai- Mengadakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang SMV- Menggunakan insektisida untuk memberantas vector b. Penyakit Kerdil Kedelai (Soybean Stunt Virus/SSV)Penyakit ini ditularkan melalui vector serangga Aphis crossivora, Aphis glycine yaitu melalui biji yang berasal dari tanaman sakit atau melalui cairan dari perasan tanaman inangnya (buncis, kacang hijau, kacang panjang dan kacang tunggak). Tanaman kedelai yang terserang SSV akan menjadi kerdil, jumlah polong sedikit, dengan biji yang berbentuk kecil dan pada kulit terdapat bercak coklat. c. Penyakit Katai Kedelai (SWoybean Dwarf Virus)Penularan penyakit SDV pada tanaman kedelai antara lain :- Melalui benih yang telah tercemar oleh penyakit SDV- Secara Mekanik- Melalui serangga 2. Penyakit Akibat Fungi Parasitik a. Penyakit karat (Phakospora pachyahizi Syd) Akibat serangan oleh penyakit karat dapat menimbulkan kerugian pada produksi hasil antara 40 – 90 %. Gejala penyakit karat yang menyerang tanaman kedelai adalah tampak ada bercak pada daun bagian bawah, berwarna chlorotik sampai coklat abu-abu atau coklat kemerahan yang juga terdapat pada tangkai dan batang. Cara Pengendalian penyakit karat adalah :- Menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit karat- Tanam serempak- Menghindari penanaman kedelai dengan tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya- Mengadakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya- Menggunakan fungisida bila terjadio epidermis b. Penyakit hawar daunGejala pada umumnya terlihat pada daun, tapi sering juga pada batang, tangkai polong dan polong. Bercak pada daun berbentuk persegi dan tembus cahaya dan kebasahan dengan warna kuning menjadi merah sampai hitam. Daun yang terinfeksi mengalami chlorotik yang akhirnya bagian tengah sakit dan daun jadi rontok. Bercak pada biji menyebabkan biji mengkerut dan berwarna hitam.Tanaman kedelai yang masih muda akan mati bila terserang. Perkembangan penyakit didorong suhu yang relative tinggi dan cuaca yang lembab. c. Penyakit Bisul Bakteri (Bakteri Pustul)Bakteri pustule biasanya ditularkan melalui biji dan sisa-sisa tanaman. Bakteri masuk melalui lubang alami atau luka dan berkembang biak dalam ruang antar sel. Gejala yang ditimbulkan pada permukaan daun berupa bercak kecil dengan tengahnya terdapat tonjolan seperti bisul yang berwarna pucatBerbeda dengan bakteri hawar, bakteri pustule tidak member gejala adanya kebasahan. Gejala Nampak pada pertanaman kedelai setengah umur (kurang lebih 40 hst). Serangan yang parah mengakibatkan gugurnya daun sebelum waktunya. Akibatnya pengisian polong menjadi tidak sempurna. Pengendalian penyakit ini sama seperti pengendalian penyakit hawar daun. Daftar Pustaka Suharto, Dr. Ir., M. Sc., 2007. Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. CV. ANDI OFFSET (Penerbit ANDI). Penulis Yudhi Eka Putra, S.Pt