Loading...

Penyakit Pada Tanaman Anggrek

Penyakit Pada Tanaman Anggrek
Anggrek merupakan tanaman hias yang banyak digemari karena keindahannya. Keindahan bunga anggrek memang menimbulkan sensasi tersendiri bagi sebagian orang yang melihatnya. Untuk bisa mengagumi keindahan bunga anggrek, hal terpenting yang mesti diperhatikan adalah harus memiliki anggrek yang terawat baik agar tidak terkena serangan penyakit pada tanaman angrek. Anggrek yang terserang penyakit akan menunjukkan gejala yang mudah diidentifikasi, seperti daun menguning serta tanaman dan bunga anggrek terlihat tidak segar. Secara umum, penyebab penyakit pada tanaman anggrek berasal dari bakteri, jamur dan virus.Bakteri dapat menyebabkan pembusukan. Tanaman anggrek yang terserang bakteri akan menunjukkan gejala-gejala seperti mengeluarkan lendir yang kadamg-kadang disertai bau busuk. Sedangkan infeksi jamur pada tanaman anggrek dapat menyebabkan pembusukan dibagian akar dan daun. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan jamur adalah munculnya benang-benang hifa dibagian tanaman yang membusuk. Benang-benang hifa ini berupa benang halus berwarna putih. Berbeda dengan penyakit yang disebabkan bakteri dan jamur, gejala penyakit yang disebabkan virus tidak terlihat secara jelas. Serangan virus pada tanaman anggrek akan menyebabkan penyimpangan pertumbuhan dan pembungaan pada anggrek. Penyimpangan ini terlihat dengan terbentuknya daun yang keriting, bunga menjadi kecil, dan akhirnya tanaman angrek tidak berbunga.Tindakan mencegah lebih baik dari pada mengobati. Namun, jika mencegah sudah terlambat maka pengobatan mutlak dilakukan. Daun anggrek yang terserang penyakit dan menimbulkan gejala menguning, sebaiknya dipotong sampai bagian yang terkena penyakit itu tidak ada lagi. Pada dasarnya, serangan penyakit dapat dikendalikan dengan menggunakan bahan kimia yang sesuai dengan jenis penyakitnya. Beberapa penyakit pada tanaman anggrek sebagai berikut :a. Penyakit Busuk Akar. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Rhizocnia sp, pada awalnya menyerang leher akar anggrek sebelum akhirnya menjalar ke umbi dan batang tanaman. Gejala anggrekyang terserang penyakit ini batang menipis dan membengkak serta daunnya rotok. Cara pengendaliannya dengan menyemprotkan fungisida berbahan aktif Baycor, Diethane M-45, Vondozeb 80 WP, Benlate, Truban, atau Banrot.b. Penyakit Busuk Basah. Penyakit busuk basah disebabkan oleh bakteri Erwinia Sp. Penyakit ini sering terjadi pada musim hujan menyerang daun anggrek. Daun yang diserang menjadi lunak, basah dan berubah warna menjadi lebih gelap serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Jika penyakit busuk basah tidak segera ditangani akan menjalar ke pangkal daun dan bisa menyebabkan kematian pada tanaman. Penyakit busuk basah bisa disem buhkan dengan cara menyemprotkan fungisida Cuprocide 54 J, Agrimycin, antibiotik Physan 20.c. Penyakit Layu Fusarium. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Penyakit layu fusarium menyerang akar yang terluka atau rimpang akar yang baru saja dipotong. Akar yang membbusuk akan menjalar ke pangkal batang. Anggrek yang terserang terlihat layu seperti kekurangan air, daunnya menguning dan mengeriput. Penyakit layu fusarium bisa diatasi dengan menyemprotkan fungisida yang berbahan aktif benomyl, seperti Benlate.d. Penyakit BercakDaun. Munculnya bercak-bercak berwarna kuning-coklat atau keunguan merupakan gejala anggrek terserang penyakit bercak daun. Daun anggrek yang terkena penyakit ini akan mengering dan mati. Penyakit yang disebabkan oleh jamur shear ( Curvularia inaequalis ) ini bisa dengan cepat menyebar dari satu daun ke daun yang lain. Karena itu daun yang terserang harus cepat dipotong. Jika serangan penyakit ini sudah bannyak bisa dikendalikan dengan menyemprotkan fungisida Dithane M 45dan Antracol 70 WP.e. Penyakit Mozaik. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit mozaic adalah munculnya garis-garis klorotik ( kekuningan ) atau titik-titik klorotik pada daun. Jika sudah parah, akan muncul titik-titikhitamyang berbaris membentuk lingkaran. Penyakit ini disebabkan oleh virus Cymbidium mozaic dan Tobacco mozaic ini menyebabkan perkembangan bunga tidak sempurna. Penyakit mozaic bisa menular melalui peralatan dan tangan yang terkontaminasi virus atau melalui serangga. Karena itu sebelum melakukan perawatan sebaiknya semua peralatan disterilkan terlebih dahulu. Sumardi Sumber : Berbagai bahan bacaan