Loading...

PENYAKIT SAPU SETAN PADA KACANG TANAH

PENYAKIT SAPU SETAN PADA KACANG TANAH
Penyakit sapu setan pada kacang tanah dikenal di Indonesia sejak tahun 1910an. Untuk pertama kali penyakit ini dilaporkan oleh Rutgers. Rutgers menamakannya sebagai Krulziektie (Curly desease). Nama ini diberikan berdasarkan gejala yang tampak. Penyakit sapu ini selain dapat menyerang kacang tanah juga dapat menyerang tanaman kara pedang (Canavalia ensiformis), lombok (Capsium anuum), kacang hijau (Phaseolus radiatus), kacang panjang (Vigna sinensis), dan tanaman lain yang berbunga kupu-kupu. Penyakit dapat menurunkan hasil polong mencapai 28-69%. Penyakit juga dapat menurunkan kandungan protein dan lemak biji tanaman sakit. Dewasa ini penyakit terdapat sporadis, lebih jarang jika dibandingkan penyakit belang. Penyakit ini kurang mempunyai arti ekonomi.Penyebab :Penyakit sapu setan disebabkan oleh Mycoplasma Like Organism (MLO). Menurut Thung dan Hadiwijaya (1951) tanaman kacang tanah yang sakit sapu terjadi gangguan pada fisiologi hormonnya. Terjadinya gejala sapu dapat ditekan dengan mengobati tanaman sakit dengan asam cuka indolil (indole acetid acid) 0,01%. Penyakit sapu setan menurut Semangun (1993) dapat ditularkan oleh wereng (Orosius argentatus). Serangga tersebut dapat menularkan penyakit sapu dari kacang tanah ke kacang tanah lain meskipun presentase hasilnya rendah. Selain ditularkan Orosius argentatus juga dapat ditularkan oleh Aphis craccivora. Gejala Serangan :Serangan penyakit sapu setan menyebabkan :a. Daun kacang tanah mengecil dan keritingb. Bakal bunga berubah menjadi daunc. Bunga dapat membentuk ginofora, namun pertumbuhan ginofora ujungnya membalik dan tumbuh ke atas seperti mata pancing d. Tidak dapat membentuk polong dan biji Pengendalian :Pengendalian penyakit sapu setan dapat dilakukan dengan cara :a. Mencabut tanaman yang menunjukkan gejala awal agar tidak menjadi sumber penularanb. Melakukan rotasi tanaman dan pemberantasan serangga vektor (empoaska dan apis) dengan menggunakan insektisida c. Menghindari penanaman kacang tanah dua kali berturut-turut atau penanaman kacang tanah sesudah kedelai.d. Semua tanaman yang berasal dari sisa biji yang tertinggal di dalam tanah dan tanaman yang menunjukkan gejala permulaan, perlu segera dihilangkan untuk membatasi sumber inokulum.e. Tanaman kacang tanah sebaiknya dijauhkan dari kacang panjang untuk mengurangi perpindahan Aphis craccivora.f. Menghilangkan gulma yang hidup dekat dengan kacang tanah seperti ketepeng China (Cassia tora) dan Gempur watu (Borreria hispida).g. Penyemprotan dengan Diazinon 0,2% formulasi 1000 L /ha pada waktu tanaman berumur 30 hari dapat menekan populasi Aphis maupun Orosius sehingga menekan laju infeksi.Penyakit sapu lebih banyak terdapat pada kacang tanah pada lahan yang sebelumnya juga ditanami kacang tanah. Di antara jenis-jenis kacang yang ada, jenis Macan, Gajah dan Kidang mempunyai ketahanan yang cukup terhadap penyakit sapu. Sebaliknya jenis Banteng mempunyai ketahanan yang paling rendah. Oleh : Pande Putu Dhika Yoni Kartika Sumber :Pitojo, Setijo. 2005. Benih Kacang Tanah. Yogyakarta : Kanisius. Semangun, Haryono. 1993. Penyakit-penyakit Tanman Pangan di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.