Petani pepaya harus selalu waspada terhadap penyakit tanaman, karena jika tanaman pepaya diserang akan terganggu pertumbuhannya yang berpengaruh terhadap produksi dan kualitas rendah. Penyakit tanaman pepaya ada yang menyerang sejak awal tanam sampai buah yang akan matang/tua. Berikut beberapa jenis penyakit tanaman yang menyerang buah pepaya untuk diwaspadai dan dipahami gejala serta pengendaliannya. Penyakit AntraknosaPenyakit ini disebabkan oleh jamur/cendawan"Colletotrichum Glocosporioides" dan merupakan penyakit yang ditakuti nomer satu bagi petani pepaya. Cendawan ini mempunyai aservulus berbentuk bulat, jorong, tidak teratur, berseta atau tidak. Seta jarang yang mempunyai panjang lebih dari 200 mm, tebal 4-8 mm, bersekat 1-4, bewarna cokelat, pangkal agak membengkak dengan ujung meruncing yang sering membentuk konidium pada ujungnya. Gejala awal terlihat bercak kebasahan yang menyebabkan kematian jaringan berbentuk cekung. Bercak ini menjadi berwarna abu-abu atau kehitaman yang akan diikuti oleh bintik-bintik orange, jika serangan berat, akan terlihat pucuk mati. Serangan pada daun ditandai dengan gelaja berupa bercak berwarna kecoklatan dan bintik-bintik orange yang tersebar. Serangan pada daun tidak menyebabkan kehilangan hasil, tetapi lebih dikhawatirkan akan menyebabkan penyebaran pantogen. Sedangkan serangan pada buah, biasanya diawali dengan infeksi pada pangkal tangkai buah. Luka kecil pada buah yang mengeluarkan getah kental. Buah yang menjelang masak luka berupa bulatan kecil berwarna gelap dengan diameter sampai 5 cm dan semakin lama membesar dan busuk cekung sesuai dengan tingkat kematangan buah. Pada batang menyerang bagian dekat dengan pucuk pohon.Pencegahan dapat dilakukan berbagai cara, antara lain a) menggunakan varietas yang tahan terhadap antraknosa, yaitu benih dan bibit bebas antraknosa yang dibeli dari sumber yang terpercaya. Benih sebelum ditanam dibasahi dan dicampur dengan fungisida berbahan aktif benomil, carbendazim atau thiabendazol; b) memilih lokasi tanam yang belum pernah terkena antraknosa atau telah ditanami tananam yang bukan inang antraknosa dalam beberapa periode tanam (ubi kayu, terung, cabai merah, jambu mete, karet, kako, kopi dan mangga); c) memusnahakan bagian tanaman yang terserang dengan segera, agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Usahakan tangan tidak menyentuh bagian tanaman yang luka dan jika menyentuh jangan sampai menyentuh tanaman yang sehat; d) kebun pepaya harus dijaga kebersihannya, jangan biarkan buah atau pohon yang terserang antraknosa jatuh di lahan tanpa dimusnahkan; e) Lakukan penyiangan/sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat; f) jangan menggunakan pupuk nitrogen (N) yang terlalu tinggi, misalnya pupuk urea, Za ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi; dan g) Mencegah masuknya cendawan ke jaringan tanaman dengan menyemprotkan fungisida terutama yang berbahan aktif Azoxystrobin, Benomyl, Chlorothalonil, Mancozed, Thiabendazol, Tembaga Oksikhlorida, Methyltiofanat, Carbendazim dan Perkhloraz. Penyemprotan dilakukan terutama pada waktu curah hujan tinggi, penyemprotan lebih sering pada musim hujan dibanding dengan musim kemarau. Penyakit Bercak Daun CercosporaPenyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora Pepayae dan ditemukan di seluruh areal pepaya di indonesia.Gejala terlihat pada organ tanaman yang terserang berupa timbul bercak-bercak putih kelabu, berdiameter 1,6 - 6,3 mm. Pada daun, bercak tersebut berbentuk agak bulat cenderung tidak teratur dan serangan yang parah menyebabkan daun menguning lalu mati. Penyerangan pada buah timbul gejala bintik hitam kecil, kemudian membesar dengan diameter 0,8-3 mm. Walupun tidak menyebabkan busuk buah, penyakit ini menimbulkan suatu bentuk gabus di bawah epidermis yang dapat menurunkan produksi dan kualitas buah.Pengendalian penyakit tersebut dapat dengan mengaplikasikan fungisida Maneb 80 dosis 0,1-0,2% atau Zineb 80 WP dosis 0,1-0,2%, atau fungisida lain seperti mancozeb (Dithane M-45 dosisi 0,1-0,2). Penyakit Bercak Cincin Pepaya (Ring Spot)Penyakit ini disebabkan oleh Pepaya Ring Spot Virus (PRSV) yang dapat menurunkan pembentukan dan kualitas buah. Penyebar utama penyakit ini melalui kutu daun (Myzuz Persicae), kutu daun tanaman labu-labuan (Aphis Gossypii) dan kutu daun tanaman kacang-kacangan (Aphis Medicaginus), penularan biasanya karena kutu daun mengisap cairan sel tanaman sakit kemudian mengisap cairan sel tanaman sehat, tanaman yang tertular baru menampakan gejala 9 – 39 hari setelah terinfeksi.Gejala pada daun muda yang menguning dan tulang daun memucat, akibatnya sisi bagian atas diantara tulang daun muda mengerut dan berbintik-bintik kuning. Daun di sepanjang garis pinggir menggulung keatas dan berwarna hijau terang, warna daun yang terserang akan tampak berbeda dengan warna daun sehat. Pada batang, tampak bercak-bercak berdiameter 1,6 mm atau garis hijau hitam mengkilap di dua pertiga bagian atas. Jika serangan parah bercak-bercak menyatu menjadi garis besar lonjong. Buah yang terserang menunjukan gejala bercak-bercak berwarna kunig berdiameter 1,6 – 3 mm atau bercak-bercak berbentuk cincin kuning berdiameter 3 – 18,8 mm, bercak ini dapat juga berwarna hijau gelap. Pada serangan lanjutan, bercak menjadi abu-abu dan tekstur buah menjadi keras.Pencegahan dengan menggunakan benih atau bibit pepaya yang bebas dari virus, karena penyakit ini tergolong penyakit yang terbawa dari benih. Jika serangan sudah terjadi segera bongkar dan musnahkan tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman sehat. Penyakit Mosaik Pepaya/Pepaya Mosaic Virus Penyakit ini disebebakan oleh virus mosaik yang dibawa oleh kutu daun.Gejala timbul pada daun tanaman yang menjadi kasar dan sisi daun bergaris-garis tidak teratur membentuk mosaik. Pertumbuhan daun muda di pucuk tajuk terhambat, sangat klorosis dan tampak bercak mengkilap transparan di sepanjang tulang daun. Daun yang lebih tua, bercak kekuningan menjadi bercak transparan, sementara diantara tulang daun terdapat cincin kecil berwarna kuning sampai coklat. Ukuran daun megecil dan menumpuk di bagian atas. Jika serangan cukup parah dapat menggugurkan daun. Batang tanaman yang terserang menunjukan gejala bintik-bintik, serangan parah akan menyebabkan bintik-bintik menyatu menjadi garis atau bentuk cincin. Tangkai daun menunjukan gejala yang mirip tetapi dengan bintik-bintik yang tidak teratur. Jika serangan tambah parah pertumbuhan tangkai daun terhambat, tidak normal dan mudah rebah atau patah. Buah pepaya yang terserang, seluruh bagian buah akan tampak bercak-bercak hijau gelap berbentuk cincin kecil dengan diameter 1,6 mm, jika buah masak bercak yang berwarna hijau gelap tersebut tidak kelihatan.Pencegahan dapat dengan menggunakan benih atau bibit pepaya yang bebas dari virus, karena penyakit ini tergolong penyakit yang terbawa di benih. Jika serangan sudah terjadi segera bongkar dan musnahkan tanaman yang sakit agar tidak menjangkit ke tanaman sehat. Semoga bermanfaat. (Penulis: Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informsi:1. Moehd. Baga Kalie. 2010. Bertanam Pepaya. Bogor: Penebar Swadaya, Cetakan XXIV. 2. Semangun H. 2000. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gajah Mada Universitas.