Loading...

Penyakit Tanaman Padi sawah Fase Generatif

Penyakit Tanaman Padi sawah Fase Generatif

Pendahuluan

Fase generatif pada tanaman padi merupakan tahap pembentukan malai hingga pemasakan bulir. Pada fase ini, tanaman sangat rentan terhadap serangan penyakit yang dapat menurunkan hasil dan kualitas gabah. Penyakit yang umum menyerang antara lain blas, hawar daun bakteri, busuk leher, dan kerdil hampa dan busuk batang

Penyakit Blas (Pyricularia oryzae)

 

§  Gejala: Bercak berbentuk belah ketupat berwarna abu-abu dengan tepi cokelat, leher malai busuk dan patah sehingga malai tidak terisi penuh

§  Menyerang daun, leher malai, dan batang.

§  Penyebab: Jamur Pyricularia oryzae.

§  Faktor Pemicu: Kelembapan tinggi, suhu 24–28°C, pemupukan nitrogen berlebihan, dan kualitas benih/benih yg akan ditanam

§   Pengendalian: Gunakan varietas tahan (Inpari 30, Inpari 32, dsb.), atur jarak tanam, hindari pemupukan N berlebih, dan semprot fungisida berbahan aktif

   triazol atau strobilurin. Merek dagangnya : filia, seltima, fujiwan, brazil, topsin, murtox, amistar top, tandem, torbino dll

 

                     

 

Hawar Daun Bakteri/kresek (Xanthomonas oryzae pv. oryzae)

   

§  Gejala: Daun menguning dari ujung ke pangkal, kemudian mengering.

§  Penyebab: Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae.

§  Faktor Pemicu : Terjadi pada kondisi lembab, hujan terus-menerus, serta luka akibat serangga atau angin

§  Menyebar melalui air hujan dan luka pada daun.

§  Pengendalian: Gunakan varietas tahan (Inpari 33, Ciherang Sub 1) Gunakan varietas tahan, benih sehat, rotasi tanaman, dan hindari luka saat

   pemeliharaan. Hindari pemupukan N berlebih. Aplikasi bakterisida berbahan streptomisin sulfat atau kasugamisin. Merek dagang : Agrept, Kuproxat,

   Nordox, Starner, Besun elite

 

                     

 

Busuk Leher (Rhizoctonia solani)

 

§  Gejala: Leher malai menguning, membusuk, bulir menjadi hampa dan mudah rontok.

§  Penyebab: Jamur Rhizoctonia solani.

§  Kondisi mendukung: Kelembapan tinggi dan genangan air lama dan sisa jerami yang terinfeksi.

§  Pengendalian: Gunakan varietas tahan, drainase baik, dan fungisida berbahan aktif validamycin atau propiconazole, azoxystrobin. Merek dagang : Amistar, 

   Sidazol, Tandem, Aristar, Torbino, Ripnazol dll

 

                                        Merek dagang :

                 

 

Penyakit Kerdil Hampa & Kerdil Rumput / penyakit tungro

    

§  Gejala: Tanaman kerdil, daun sempit, malai tidak keluar sempurna.

§  Penyebab: Virus yang ditularkan oleh wereng hijau.

§  Pengendalian: Tanam serempak dalam satu hamparan, dan jaga kebersihan lahan, cabut tanaman sakit, kendalikan wereng hijau dengan insektisida 

   selektif berbahan aktif imidacloprid atau buprofesin dengan merek dagang: Tiodor, Avidor, Confidor, Clopindo, dll

 

                                                      Merek dagang :

                                 

Penyakit Busuk Batang (Sclerotium oryzae)

   

§  Gejala: Batang bagian bawah berwarna coklat kehitaman dan mudah rebah.

§  Penyebab: Jamur Sclerotium oryzae.

§  Faktor Pemicu: Drainase buruk dan kelembapan tinggi.

§  Pengendalian: Perbaiki tata air sawah, gunakan varietas tahan dan sistem tanam jajar legowo, aplikasi fungisida jika serangan berat. Dengan bahan aktif

   Fungisida azoxystrobin dengan merek dagang : Amistar, Tandem, Aristar, Torbino dll

 

                                                          Merek dagang :

                                             

 

Strategi Pengendalian Terpadu (PHT)

§  Gunakan varietas tahan penyakit.

§  Gunakan benih bersertifikat dan sehat.

§  Pengaturan pola tanam dan sanitasi lahan.

§  Pemupukan berimbang (hindari N berlebih).

§  Monitoring rutin dan pengendalian kimia bila perlu.