PENYALURAN BANTUAN BENIH JAGUNG HIBRIDA DAN SOSIALISASI PENYUSUNAN RDKK PUPUK BERSUBSIDI DI KECAMATAN ALOK KABUPATEN SIKKA
Menjelang musim tanam (musim hujan) Oktober-Maret telah dilakukan penyaluran bantuan benih jagung hibrida di Kecamatan Alok. Bantuan tersebut berasal dari Kemanterian Pertanian untuk pengembangan tanaman jagung seluas 570 ha. Jumlah benih yang disalurkan adalah sebanyak 8.250 kg. Penerima bantuan tersebut terdiri atas 2 (dua) Gapoktan dan 34 kelompoktani yang tersebar di 6 (enam) Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Alok yaitu Desa Pemana, Desa Gunung Sari, Desa Samparong, Kelurahan Nangalimang, Kelurahan Madawat dan Kelurahan Kota Uneng. Benih tersebut langsung disalurkan di lokasi kelompoktani masing-masing. Benih yang disalurkan terdiri atas 2 (dua) varietas yaitu varietas Bima 19 URI sebanyak 4.500 kg dan varietas NK 212 sebanyak 3.750 kg. Kelompoktani sasaran untuk benih jagungvarietas BIMA URI 19 sebanyak 19 kelompoktani yang tersebar di 6 desa/kelurahan. Untuk varietas NK 212 sebanyak 17 kelompoktani yang tersebar di 5 desa/kelurahan. Proses penyaluran benih bantuan tersebut dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) tahap. Penyaluran tahap pertama dilaksanakan pada Bulan September 2019. Benih yang disalurkan adalah benih jagung VarietasBima 19 URI sebanyak 3.600 kg dengan sasaran 2 Gapoktan dan 10 kelompok tani. Penyaluran benih tahap kedua dilaksanakan pada awal bulan Oktober 2019. Benih yang disalurkan adalah benih jagung varietas NK 212 sebanyak 3.750 kg, dengan sasaran 17 kelompok tani. Penyaluran tahap ketiga dilaksanakan pada akhir Bulan Nopember 2019. Benih yang disalurkan yaitu benih jagung varietas Bima 19 URI sebanyak 900 kg dengan sasaran7 kelompok tani. Dalam rangka mendukung program pengembangan tanaman jagung, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk bersubsidi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan membimbing kelompok tani dalam merencanakan kebutuhan riil sarana produksi khususnya pupuk bersubsidi. Penyusunan RDKK Pupuk bersubsidi sangatlah penting karena pengadaan pupuk bersubsidi melalui sistem tertutup yaitu dengan pengajuan perencanaan RDKK yang dibuat dan disusun oleh anggota kelompok tani dan didampingi oleh penyuluh. Dengan demikian diharapkan petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi yang sesuai dengan azas 6 (enam) tepat yaitu tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga. Kegiatan ini dilaksanakan di 3 (tiga) Desa Kepulauan yaitu Desa Pemana, Desa Gunung Sari dan Desa Samparong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan petani mau dan mampu menyusun RDKK secara mandiri dan sesuai kebutuhan kelompok tani serta mulai menggunakan pupuk NPK dalam budidaya jagung, karena selama ini petani di ketiga desa tersebut hanya menggunakan pupuk Urea dalam kegiatan budidaya. Dengan demikian diharapkan pada musim tanam 2019/2020 terjadi peningkatan penggunaan pupuk di kalangan petani. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini difasilitasi oleh Kepala Desa setempat. Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pemerintah Kecamatan, Kepala Desa, Ketua Gapoktan, ketua kelompok tani serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Penyuluh. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta pemerintahan Desa dan Kecamatan dalam kegiatan pertanian melalui berbagai kebijakan yang mendukung dengan memanfaatkan dana desa yang tersedia. Penulis :Petrus Karino, SP, Kepala BPP Alok Kecamatan Alok Provinsi NTT.