PENYARUNGAN (SARUNGISASI) BUAH KAKAO KELOMPOK TANI BINAAN UNTUK MENGHINDARI HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)
Hama merupakan hewan pengganggu yang jika tidak ditangani akan merusak kuantitas dan kualitas tanaman. Keberadaan hama tersebut sangat dirisaukan, karena kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama bisa menyebabkan kualitas dan kuantitas panen pada suatu pertanaman mengalami penurunan. Salah satu metode pengendalian hama PBK adalah dengan cara pembungkusan atau sarungisasi. Teknologi pengendalian ini sebenarnya sudah lama diketahui oleh sebagian besar petani, akan tetapi kenyataannya para petani kakao jarang melakukannya. Alasannya adalah masih kurang efisiennya biaya dan waktu yang harus dikeluarkan. Petani masih membayangkan besanya biaya dan tenaga kerja yang harus mereka keluarkan apabila dengan luasan areal perkebunan lebih dari 1 hektar. Padahal, banyak yang belum mengetahui bahwa sarungisasi merupakan teknologi Indonesia dalam ranngka meningkatkan mutu biji kering kakao dengan cara mencegah imago PBK meletakkan telur pada buah kakao. Cara membungkus buah kakao dengan kantong plastik dapat dilakkukan satu persatu denngan mudah dan dapat dilakukan siapa saja. Sarungisasi buah kakao ini dinilai tepat karena serangan hama itu penularannya dilakukan melalui udara atau menjalar dari satu daerah ke daerah yang lain, bahkan melalui lalu lintas perdagangan antar daerah. Masalahnya sarungisasi harus dilakukan secara serentak dalam satu kawasan. Teknologi penyarungan buah kakao ini terbukti efektif untuk mencegah serangan PBK pada saat populasi PBK tinggi yang biasanya terjadi pada saat musim buah sedikit. Untuk itu, penyarungan buah sebaiknya dilaksanakan 3 bulan sebelum musim buah sedikit. Pola panen dan pola pertumbuhan pentil atau bakal buah di setiap daerah harus diketahu dengan baik agar pelaksanaan penyarungan dapat dilaksanakan tepat pada waktunya.