Dalam budidaya cabe pengendalian hama dan penyakit menjadi hal penting agar tanaman cabe dapat tumbuh baik dan berbuah optimal seperti yang diharapkan. Salah satu masalah yang paling sering dihadapi dalam budidaya cabe adah daun keriting, keriting yang terjadi pada daun cabe merupakan akibat dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dari golongan hama, setidaknya ada 3 jenis hama yang menyebabkan keriting pada tanaman cabe yaitu thrips, tungau dan aphids Pertama, Hama thrips, thrips adalah hama kutu dengan ukuran tubuh yang sangat kecil panjangnya 1-1,2 mm berwarna hitam dengan bercak warna merah, thrips dewasa memiliki sepasang sayap dan berambut di tubuhnya, hama thrips pada fase nimfa berwarna putih kekuningan dan tidak bersayap, hama ini memiliki mobilitas yang sangat tinggi, mudah meloncat dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Hama thrips berada pada permukaan daun bagian atas dan dapat dilihat dengan mata telanjang, thrips menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun cabai. Kedua, Tungau, hama tungau bertubuh kecil memiliki 8 kali dan bersembunyi di bawah permukaan daun. Serangan hama tungau cepat meluas pada musim kemarau, karena pada suhu tinggi diatas 27 0C hama tungau lebih cepat berkembang biak, pada kondisi cuaca yang panas telur tungau dapat menetas dalam waktu 3 hari, dan menjadi tungau dalam waktu yang singkat yaitu 5 hari. Ketiga, Aphids merupakan hama kutu yang lebih dikenal dengan sebutan kutu daun, aphids sedikit berbeda dengan thrips dan tungau, aphids memiliki ukuran yang lebih besar dan tidak meloncat atau berpindah. Hama aphids berwarna hijau kehitaman ada yang bersayap dan ada juga yang tidak, aphids atau kutu daun tidak hanya menyerang daun tetapi juga menyerang batang tanaman cabe. Serangan kutu daun sama dengan tungau dan juga thrips yakni dengan menghisap cairan daun dan batang tanaman. Hama kutu daun ini bersembunyi di bawah permukaan daun dan bergerombol pada batang tanaman cabe. Ketiga jenis hama kutu-kutuan tersebut merupakan penyebab utama daun cabe keriting, ketiganya memiliki tipe serangan yang sama dengan gejala yang berbeda, cara paling tepat untuk meminimalisir serangan kutu tersebut adalah menanam cabe pada lahan yang steril. Lahan yang steril adalah lahan yang belum pernah ditanami cabe, lahan yang sudah lama tidak ditanami cabe, lahan yang jauh dari tanaman cabe yang sudah tua dan lahan yang tidak berdekatan dengan tanaman inang. Agar hasil lebih maksimal maka lakukan penyemprotan atau pemberian akarisida organik secara rutin. Akarisida adalah bahan untuk membunuh kutu dan juga hama, akarisida organik ini bisa menggunakan tembakau yang mengandung zat nikotin, bawang putih yang mengandung amonia yang baunya menyengat dan tidak disukai oleh hama, kunyit, kemangi dan daun sirih yang baunya menjadi aroma terapi untuk tanaman sehingga tanaman bisa pulih kembali dan segar setelah diberikan akarisida organik ini. Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi/kampus Tani Com Penulis : Dewi, A. Md (PPL)