Tanaman salak (Salacca edulis) merupakan salah satu komoditas buah-buahan unggulan nasional yang cukup menguntungkan apabila diusahakan secara nasional. Selain itu, dibandingkan dengan buah-buahan lain yang banyak dikonsumsi, nilai gizi buah salak cukup baik dengan kandungan kalori, mineral serta vitamin yang cukup memadai. Buah salak, selain dikonsumsi segar, salak dapat juga dalam bentuk olahan, seperti manisan, asinan, kolak, buah dalam sirop, dll. Mengingat banyaknya manfaat buah salak, baik sebagai sumber kalori dan vitamin, juga terutama meningkatkan pendapatan petani karena nilai ekonominya yang cukup tinggi. Species dan Kultivar Tanaman SalakTanaman salak termasuk species Salacca edulis Reinw, merupakan tanaman merumpun, berbatang sangat pendek, tertutup oleh pelepah-pelepah daun, dan permukaaan tanaman ditutupi oleh duri-duri tajam. Tajam. Tanaman ini, merupakan tanaman tahunan (perenial). Variasi genetik dibedakan dua macam yaitu tanaman berumah satu dan berumah dua. Tanaman berumah satu adalah bunga jantan dan bunga betina terdapat dalam satu pohon, sedangkan tanaman berumah dua ditandai dengan bunga jantan dan bunga.betina terpisah (berlainan pohon). Pembungaan dipengaruhi oleh lingkungan (iklim dan musim.) Akibat pengaruh lingkungan ini, salak mempunyai tiga tipe bunga, yaitu (1) salak jantan, pada tongkol bunga hanya terdapat bunga jantan saja, (2) salak tipe A, pada tongkol bunga terdapat bunga jantan dan bunga sempurna (hermaprodit), dan (3) salak tipe B, pada tongkol bunga terdapat bunga jantan dan bunga sempurna yang berkelamin jantan, bentuknya seolah-olah mirip bunga betina. Buah salak bentuknya bulat atau bulat telur terbalik dengan bagian ujung runcing. Buah terangkat rapat dalam tandan yang muncul dari ketiak-ketiak pelepah daun. Kulit buah tersusun dari sisik-sisik tipis, berwarna coklat kekuningan sampai coklat kehitam-hitaman. Butir buah tersusun dalam tandan. Jumlahnya bervariasi, tergantung dari jenis atau varietas salak. Rasa daging buah bervariasi, manis dan masir, manis dan masam, dan manis agak sepet. Bijinya berbentuk agak bulat dan bersegi-segi, berkeping satu, dan warna cokelat sampai kehitam-hitaman. Jenis/Varietas dan PerbenihanJenis salak yang tersebar di Indonesia kira-kira 20 macam, yang sudah teridentifikasi sekitar 13 jenis. Varietas buah salak yang dibudidayakan di Indonesia berasal dari jenis/species Salacca edulis. Untuk mendukung pengembangan agribisnis buah salak, khususnya dalam penyediaan benih unggul bermutu, telah ditekankan untuk mewujudkan penyediaan benih sesuai prinsip enam tepat (tepat jumlah, jenis, mutu, harga, waktu, tempat) dengan meningkatkan kinerja para pelaku sistem perbenihan antara lain para penangkar benih salak. Sasaran yang ingin dicapai yaitu tersedianya benih buah salak unggul bermutu yang terjangkau oleh petani, berkembangnya penggunaan benih salak unggul bermutu, dan berkembangnya industri perbenihan salak yang mampu menyediakan dan memenuhi kebutuhan benih unggul bermutu Keberhasilan pengusahaan tanaman buah-buahan terutama yang berskala industri, sangat ditentukan oleh ketersediaan benih bermutu pada saat tanam dan jumlah yang mencukupi dari varietas yang diminati. Penyediaan bibit tanaman salak dapat dilakukan dengan biji dan dengan cangkokan. Perbanyakan tanaman salak dengan biji umumnya dilakukan oleh penangkar benih salak Bali. Meskipun demikian, beberapa salak Bali kultivar Gula Pasir dan kultivar unggul lain, perbanyakannya melalui cangkok. Cara perbanyakan dengan biji memiliki keuntungan, yaitu pelaksanaannya lebih sederhana, dan akarnya lebih kuat. Sebaliknya kelemahan cara ini adalah tanaman dan produksinya menyimpang dari induknya, waktu berbuah lebih lama, dan tidak dapat diduga wujud tanaman berbunga jantan atau betina. Oleh sebab itu, perbanyakan dengan biji tidak/kurang dianjurkan. Sedangkan perbanyakan tanaman salak dengan cangkok memiliki beberpa keuntungan, yaitu tanaman dari hasil buahnya seragam serta sama seperti induknya, waktu berbuah lebih cepat (umur 1-2 tahun setelah tanam di lapang), dan dapat diketahui sebelumnya jenis salak jantan atau betina. Sebaliknya kelemahan cara perbanyakan dengan cangkok adalah lebih sulit daripada biji. Dalam mencangkok tunas anakan salak, hal yang perlu diperhatikan antara lain pohon induk yang tunas anakannya akan dicangkok harus sehat dan sudah pernah berbuah, sehingga bisa diketahui jenis tanaman dan buah yang dihasilkan. Tunas anakan yang tumbuh di sekitar induk yang akan dicangkok, idealnya adalah dua tunas anakan. Selama pencangkokan, pohon induk tetap dipelihara secara optimal untuk memperoleh produksi buah dan bibit yang baik. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian