Loading...

PENYELENGGARAAN KEGIATAN FOCUS GROUP DISSCUSSION (FGD) DALAM RANGKA PENYUSUNAN ACTION PLAN DI WILAYAH KECAMATAN ALOK

PENYELENGGARAAN KEGIATAN FOCUS GROUP DISSCUSSION (FGD) DALAM RANGKA PENYUSUNAN ACTION PLAN DI WILAYAH KECAMATAN ALOK
Focus Group Discussion (FGD) atau kelompok diskusi terarah merupakan salah satumetode pengumpulan data dalam penelitiansosial. Sebagai suatu metode penelitian, maka FGD sangat sistematis dan informative. Sehingga FGD merupakan suatu proses pengumpuln data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Permasalahan yang dibahas juga sangat spesifik. Belakanganini, disetiap Balai Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sikka, dilaksanakan FGD dengan tujuan mengumpulkan data dan informasi pertanian spesifik lokasi atau kecamatan tersebut, dengan didasarkan pada panduan informasi tingkat kabupaten. Sehingga penjabaran data dan informasi dari setiap kecamatan berbeda-beda sesuai dengan potensi di wilayah kecamatan masing-masing. Tujuan akhir dari kegiatan FGD ini adalah menyusun Action Plan pengembangan kawasan paertanian Kabupaten Sikka berdasarkan karakteristik potensi pertanian. Dalam rangka penggalian data dan informasi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Balai Penelitian BPTP Noelbaki-Kupang. Kegiatan FGD di Kecamatan Alok dilaksanakan pada Hari Sabtu 16 November 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Peserta yang hadir yaitu Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Camat Alok, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamtan Alok, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Alok, serta perwakilan petani dan tokoh masyarakat. Kegiatan FGD dibuka oleh Bapak Dominggus Edmundus Bura, S.STP. selaku Camat Alok. Moderator kegiatan ini adalah Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si dan dibantu oleh Ibu. Noldi R. E. Kotta, S.P.,M.Sc. Kegiatan FGD dibagi dalam 5 (lima) tahapan yaitu pengumpulan data distribusi komoditas pertanian di Kecamatan Alok; penentuan rangking FGD tingkat kecamatan Alok; Rekapitulasi hasil perengkingan prioritas komoditas di kecamatan Alok berbasis desa: penentuan Komoditas dan status kawasan produksi di kecamatan Alok, kabupaten Sikka, serta distribusi permasalahan berdasarkan komoditas di kecamatan Alok. Tahap pertama yaitu pengumpulan data distribusi komoditas pertanian di Kecamatan Alok. Dalam tahap ini, dilakukan penggalian data dari setiap desa dan kelurahan yang meliputi jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga, jumlah kepala keluargatani, jenis komoditi existing kecamatan Alok, waktu tanam, sumber air serta pola pertanaman yang dilakukan petani di Desa/Kelurahan. Dari hasil diperoleh bahwa komoditi pertanian di kecamatan alok antara lain jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, padi ladang dan shorgum. Komoditi tersebut terdapat hampir di detiap Desa/kelurahan kecuali Kelurahan Kota Uneng. Tahap kedua yaitu penentuan rangking FGD tingkat kecamatan Alok. Pada tahap ini ditentukan rangking 1 s/d 3 untuk masing-masing sector yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. 3 komoditi unggulan yaitu Jagung, Kacang Hijau dan Kacang tanah (6 desa/kelurahan kecuali kelurahan kabor). Hasil ranking inisesuai dengan arahan kabupaten untuk Kecamatan alok. Tahap ketiga yaitu Rekapitulasi hasil perengkingan prioritas komoditas di kecamatan Alok berbasis desa. Pada tahap ini, diambil komoditi yang menempati ranking satu dan dua dari setiap Desa dan kelurahan (kecuali kelurahan kabor) dari masing-masing sub sektor. Dalam tahap ini diperoleh hasil, untuk sector tanaman pangan (jagung dan kacang hijau); hortikultura (tidak ada), tanaman perkebunan (jambu mete) dan ternak (ternak babi dan ayam buras). Tahap keempat penentuan Komoditas dan status kawasan produksi di kecamatan Alok, kabupaten Sikka. Penentuan komoditi terdiridari5 (lima) komoditi yaituJagung, Kacang Hijau, Jambu Mete, Ternak Babi danTernak ayam buras. Sedangkan status kawasan produksi ditentukan berdasarkan total luas lahan yang diusahakan. Untuk komoditi jagung, luaslahan yang diusahakan yaitu 866 ha maka ditentukan status sebagai sentra produksi jagung alok (karena luas lahan< 1.000 ha), terdapat di 5 lokasi di kecamatan Alok (Ds. Samparong, Gunung sari, Pemana, Kel. Nangalimang, Kel. Madawat). Untuk kacang hijau (luas lahan 254 ha) ditentukan status sebagai lokasi produksi (luas lahan< 500 ha), Terdapat di 3 desa di kecamatan Alok( Gunung Sari, Pemana, dan Samparong). Komoditi jambu mete (luas lahan 82 ha) ditentukan status sebagai lokasi produksi (luas lahan< 500 ha), Terdapat di 4 desa di kecamatan Alok (Samparong, Gunung sari, Nangalimang dan Madawat). Ternak babi (jumlah populasi 3.858 ekor) ditentukan status sebagai lokasi produksi (populasi< 10.000 ekor), Terdapat di 3 desa di kecamatan Alok (Kota Uneng, Nangalimang dan madawat). Ternak ayam buras (jumlah populasi 8.823 ekor) ditentukan status sebaga ilokasi produksi (populasi< 10.000 ekor), Terdapat di 5 lokasi di kecamatan Alok (Samparong, Gunung sari, Kel. Nangalimang, Kel. Madawat , Kota Uneng). Tahap kelima yaitu distribusi permasalahan berdasarkan komoditas di kecamatan Alok. Permasalahn yang ada ditinjau dari 3 (tiga) aspek yaitu aspek on farm, pasca panen dan kelembagaan. Setelah ditentukan permasalah yang ada dilanjutkan dengan penentuan program kegiatan yang memungkinkan dalam menjawab permasalahn yang ada. Kegiatan FGD di Kecamatan Alok berlangsung lancar. Hasil dari kegiatan FGD dijadikan sebagai dasar dalam penentuan action plan pengembangan kawasan pertanian Kabupaten Sikka dalam menjawab tantangan pengembangan pembangunan pertanian tingkat Nasional., Penulis :EkawatiYustri Octavia Isu, SST. NIP. 19861003 200903 2 009. NO HP/WA 0811-3811-804.(perozedit)