Tujuan daripada penyulaman adalah untuk mengganti tanaman yang tidaktumbuh sehingga kekurangan dalam setiap hektarnya dapat dipenuhi oleh adanya kegiatan penyiangan.Benih yang digunakan sebagai bahan pengganti benih yang tidak tumbuh pada lubang yang sama,ini dilakukan 7-10 hari setelah tanam dengan jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Sedangkan kegiatan penyiangan adalah membersihkan lahan dari gulma/rumput yang tumbuh disekitar tanaman jagung dengan harapan tidak ada persaingan dalam menyerap unsur hara. Tujuannya adalah untuk mengatur penyerapan nutrisi dan asimilat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung manis,selain itu untuk membentuk tajuk tanaman yang ideal sehingga terjadi partisi sinar matahari yang efektif untuk energi fotosintesa.Pelaksanaan penyiangan sebaiknya dilakukan 2 kali yaitu Penyiangan I dilakukan saat tanaman berumur 7 -10 setelah tanam dan penyiangan II pada umur jagung 28-30 hari bersamaan dengan dilakukannya pembumbunan dan pemupukan kedua, jangan sampai menggangu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Penyiangan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. Sedangkan pembumbunan adalah kegiatan menambahkan/menaikan tanah kedekat perakaran agar tanaman tumbuh dengan kuat dan optimal dengan tujuan untuk memperkokoh tumbuhnya tanaman dalam menghadapi angin besar. Serta sekaligus memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan air hujan bila turun hujan, pelaksanaan pembumbunan dilakukan pada saat pemupukan kedua atau pada saat penyiangan kedua dan perlu diingat dalam pelaksanaan pembumbunan jangan sampai merusak perakaran tanaman. Gunakan cangkul kecil atau garpu untuk digunakan menambah atau menaikkan tanah kedekat perakaran tanaman jagung sehingga tanaman kokoh/kuat jika angin kencang bertiup. Dalam kegiatan pembumbunan sebaiknya sekalian perbaikan saluran drainase karena tanaman jagung peka terhadap kekeringan dan kelebihan air. Dalam kondisi curah hujan tinggi, air yang menggenang dapat menyebabkan tanaman jagung layu dan mati. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114Email : ksoehardi@yahoo.comSumber : Bercocok tanam Jagung Manis,2010 Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung,2012