Loading...

Penyiangan Padi Unggul Kegiatan SL Sistem Jarwo di Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir BPP Bangko

Penyiangan Padi Unggul Kegiatan SL Sistem Jarwo di Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir BPP Bangko
Pengendalian gulma menjadi sangat penting pada periode awal sampai 30 hari setelah tanam. Pada periode tersebut gulma harus dikendalikan secara manual, gasrok maupun herbisida. Gulma yang sering dijumpai dilahan sawah antara lain adalah : Echinochloa crus-galli (Jajagoan), Cyperus difformis, C. iria, Ageratum conyzoides L (wedusan), Cynodon dactylon (grinting). Pada lahan sawah irigasi, penyiangan gulma dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanaman berumur 21 hari setelah tanam (HST) dan 42 HST, baik secara manual maupun dengan gasrok, terutama bila kanopi tanaman belum menutup. Penyiangan dengan gasrok dapat dilakukan pada saat gulma telah berdaun 3-4 helai, kemudian digenangi selama 1 hari agar akar gulma mati. Penyiangan juga perlu dilakukan untuk membersihkan lahan atau mengurangi tanaman lain atau gulma yang dapat menjadi pesaing dalam penyerapan unsur hara, dapat menganggu perkembangan tanaman padi, dan mencegah serangan hama. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan atau dengan menggunakan alat siang seperti landak/gasrok. Apabila penyiangan dilakukan dengan alat siang, cukup dilakukan ke satu arah sejajar legowo dan tidak perlu dipotong seperti penyiangan pada cara tanam bujur sangkar. Sisa gulma yang tidak tersiang dengan alat siang ditengah barisan legowo dapat disiang dengan tangan, bahkan sisa gulma pada barisan pinggir legowo sebenarnya tidak perlu diambil karena dengan sendirinya akan kalah persaingan dengan pertumbuhan tanaman padi.