Perlakuan benih perlu dilakukan sebelum benih disebar ke pesemaian agar pertumbuhan benih sehat , kuat dan seragam sehingga memenuhi kebutuhan benih per satuan luas tanam sehingga sasaran peningkatan produksi tercapai secara optimum. A. Perlakuan Benih Perlakuan benih dilakukan dengan tujuan untuk mematahkan masa dormansi benih dan pemilihan benih yang bernas supaya benih dapat tumbuh cepat, seragam dan sehat serta perlindungan awal terhadap serangan hama terutama pada stadia bibit. 1). Pematahan Dormansi Dormansi adalah suatu kondisi benih hidup tetapi tidak dapat berkecambah meskipun dikecambahkan dalam kondisi yang optimum untuk perkecambahan. Kondisi dorman biasanya terjadi pada benih-benih yang baru dipanen. Cara Pematahan Dormansi : a). Pemanasan dalam oven pada suhu 50o C selama 3 - 5 hari; b). Pemanasan dalam oven pada suhu 50o C selama 2 hari, dilanjutkan perendaman dalam air selama 2 hari; c). Pemanasan dalam oven pada suhu 50o C selama 2 hari, dilanjutkan perendaman dalam larutan 3 KNO3 murni selama 2 hari; d). Perendaman dalam larutan pupuk KNO3 (3%) atau pupuk KN03 merah (30 gram Kno3 dalam 1 liter air ) selama 1-2 hari. Efektivitas metode pematahan dormansi dipengaruhi antara lain oleh penyebab dormansi, persistensi dormansi dan intensitas dormansi. 2). Melakukan Pemilahan Benih Benih dengan berat jenis lebih tinggi, mempunyai mutu fisiologis (daya kecambah dan Vigor) yang lebih tinggi, serta pertumbuhan dilapang yang lebih cepat dan seragam. 1.Pemilahan Benih dengan Air : a). Benih dimasukan kedalam wadah yang berisi air dengan volume 2 kali volume benih, kemudian diaduk-aduk sebentar; b). Benih yang terapung yang mempunyai berat jenis rendah, dipisahkan dari benih lainnya; c). Benih-benih yang tenggelam yang digunakan dalam pertanaman; d). Sebelum semai, benih terlebih dahulu direndam selama 24 jam dan diperam 48 jam. 2.Pemilahan dengan Larutan Garam Amonium Sulfat (ZA) atau Garam dapur : a). Untuk mendapatkan benih yang lebih bernas dengan berat jenis yang tinggi ( BJ 1,11 mg/L), pemilahan dilakukan dengan memasukan benih kedalam wadah berisi larutan pupuk ZA dengan konsentrasi 225 g ZA/L air. Atau 300 gram Garam / L air. Pelaksanaan dilapangan, Indikator yang dapat digunakan untuk mencapai Berat Jenis (1,11 s.d 1,13 ) konsentrasi ZA / Garam dapur per L air, adalah dengan melihat posisi telur ayam yang terapung; b). Benih yang terapung dibuang sedangkan benih yang digunakan benih yang tenggelam ( memiliki berat jenis tinggi); c). Setelah pemilahan benih dicuci bersih, direndam 24 Jam, diperam 48 Jam dan siap untuk ditabur/disemai. 3). Melakukan Seed Treatment Seed Treatment dilakukan dengan maksud untuk memberi perlindungan awal terhadap benih agar pertanaman di pesemaian terhindar dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Daerah-daerah yang sering terserang hama Penggerek Batang, disarankan untuk melaksanakan perlakuan benih dengan pestisida berbahan aktif Fipronil dengan cara: Benih direndam dalam air selama 1 hari, kemudian ditiriskan dan dicampur dengan Regent 50 SC (bahan aktif Fipronil) dosis 12,5 cc/kg benih sebelum diperam. Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu pengendalian Keong Mas di areal persemaian/pertanaman awal. B.Cara Penyemaian Tempat penyebaran benih berkecambah dapat berupa penyemaian secara basah dan secara kering 1).Pesemaian Secara Basah : a). Bajak tanah hingga melumpur dengan baik; b). Lebar pesemaian 1 - 1,2 m dan panjang sesuai petakan. antara 10-20 m; c). Penambahan pupuk kandang atau bokashi sebanyak 2 kg/m2 untuk mengemburkan tanah untuk memudahkan pencabutan benih/bibit dan mengurangi kerusakan bibit dan akar; d). Sebar benih yang telah direndam, ditiriskan dan diperam secara merata diatas bedeng pesemaian dengan kerapatan 60 gram benih ( 1 gemgam) per 1 M2; e). Untuk memperoleh benih yang baik tambahan 10-20 g Urea/m2 pada pertanaman berumur 5 - 7 hss. Persemaian pada lahan Rawa Pasang surut bisa dilakukan dengan pesemaian sistim terapung. Cara Pesemaian Terapung : a). Siapkan tempat pesemaian dari beberapa batang pisang yang digabungkan menjadi seperti rakit; b). Ratakan permukaan batang pisang kemudian beri alas berupa tikar; c). Letakan lumpur di atas tikar yang telah digelas dengan ketebalan 5 - 10 cm; d). Biarkan beberapa hari sampai tanah mengendap ( macak-macak); e). Taburkan benih secara merata 2).Pesemaian Secara Kering Pesemaian secara kering biasa dilakukan untuk pengembangan padi secara Sistem of Rice Intensifikation (SRI). Langkah kegiatannya sebagai berikut : a). Menyiapkan media tumbuh, Campurkan tanah : kompos dan abu sekam dengan perbandingan: 75% tanah, 20-25 % kompos dan 5-10 % abu sekam. Aduk hingga rata. Masukan campuran tanah secara merata dengan ketebalan 5 -10 cm ke dalam nampan plastik yang telah dilubangi pada bagian bawahnya; b). Taburkan benih secara merata dipermukaan persemaian dengan kerapatan 60 gr atau 1 genggam per M2 Ditulis kembali oleh Lidya Febrina, S. Pt (PPL Desa Pasar Terusan Kec. Muara Bulian)