Kegiatan pertama yang dilakukan dalam penyiapan tanaman jagung adalah sanitasi atau peyiangan yang bertujuan untuk membuang rerumputan dan sejenisnya yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Penyiangan dilakukan dengan cara membuang rerumputan dan yang lainya dibuang dengan menggunakan cangkul,sabit,parang dan menggunakan mesin pemotong rumput kemudian rumput yang sudah terkumpul dibakar. salah satu kegiatan penyiapan lahan untuk tanaman jagung adalah pengolahan tanah. Pengolahan tanah bertujuan untuk memoerbaiki kondisi tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar tanaman menjadi mksimal. Selain itu akan mematikan bibit penyakit. Dan pengolahan tanah juga dapat memperbaiki tekstur tanah, memperbaiki sirkuasi udara dalam tanah, sera mendorong aktifitas mikroba tanah dan membebaskan unsure hara dalam tanah. Bila dalam kondisi bebas, unsure hara dengan mudah dapat diambil oleh akar tanaman. Tanah diolah pada kondisi lembab, tetapi tidak terlalu basah. Tanah yang sudah digemburkan hanya diolah secara umum .melalui pengolahan tanah drainse dan aerasi yang kurang baik mrnjadi lebuh baik.Adapun Cara pengolahan tanah adalah pembukaan lahan, persiapan lahan, dan pembentukn saluran drainse. pada lahan kering tergantung kondisi lahan. Secara umum, pengolahan tanah dilahan kering dapat dilakukan secara sempurna, dan tanpa pengolahan tanah. (zero tillage ). 1. Pengolahan secara sempurna • Pengolahan dilakukan pada tanah yang berat (tanah tadah hujan) • Tanahny a tidak terlalu kering atau terlalu basah sehingga mudah untuk digemburkan. • Tanah dicangkul atau di bajak luas lahan berukuran 3x3 m gulma dan sisa tanaman dibersihkan serta tanah digaru sampai rata • pengolahan tanah dilakukan seminggu sebelum tanam. 2. Tanpa pengolahan tanah • Pengolahan dilakukan pada lahan yang bertekstur ringan dan lahan yang kekurangan air atau saat musim kemarau dengan tujuan menghindari penguapan berlebihan • Tanah hanya dicangkul untuk lubang tanam. • Pada lahan perlu diberi mulsa untuk mengatasi erosi dan menekan gulma serta untuk mengurangi penguapan air dari dalam tanah. Tanah bekas pertanaman yang terkontaminasi peyakit atau serangan hama,gulma perlu dilakukan pembakaran sisa-sisa tanaman. Pengolahan tanah dilakukan sampai beberapa kali. Setiap perlakuan pengolahan , tanah dibiarkan terjemur beberapa hari untuk mematikan bibit penyakit. Untuk mencegah kekurangan air , lahan penanaman dapat diberi mulsa dari jerami atau sisa tanaman lain. Sebaliknya, untuk mengantisipasi agar lahan tidak tergenang air, terutama saat musim hujan perlu dibuat saluran air. DER Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com