Loading...

PENYIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN KEDELAI

PENYIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN KEDELAI
PENYIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN KEDELAI1. Pengolahan Lahan Lahan yang dipersiapkan pada tanaman kedelai harus tidak tergenang air, menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah namun masih cukup lembab. Oleh karena itu areal lahan tanam kedelai umumnya berbentuk bedengan. Ada 2 cara mempersiapkan lahan pada tanaman kedelai yakni persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) pada lahan sawah, dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif) pada lahan kering/ tanah tegalan.. a. Penyiapan Lahan Sawah Apa bila menanam kedelai pada tanah sawah, tanah tidak perlu diolah, hanya yang perlu dilakukan adalah membersihkan tanah sawah dari gulma dan sisa-sisa jerami hasil panen padi. Jerami sisa dari panen di jadikan mulsa dengan tujuan untuk menjaga kelembaban tanah, mengurangi serangan lalat kacang, dan menekan pertumbuhan gulma, atau bisa juga jerami padi hasil panen dibabat dan dihamparkan serta dibiarkan selama 3 hari agar kering. Setelah itu dibakar. Selanjutnya dibuatkan saluran pembuangan air (drainase) setiap 3 - 4 meter, sedalam 25 - 30 cm, lebar 20 - 25 cm. Pembuatan saluran drainase ini untuk mencegah terjadinya penggenangan air, karena tanaman kedelai tidak tahan terhadap genangan air yang menyebabkan benih menjadi busuk. Penyiapan lahan untuk penanaman kedelai pada musim hujan atau bila lahan yang akan digunakan banyak tumbuh gulma, maka dilakukan dengan pengolahan tanah (intensif). Selain diolah, pada hari ke 3 - 5 sebelum tanah diolah dilakukan penyemprotan herbisida untuk mencegah pertumbuhan penyakit dalam tanah.). (Soedarjo et al., 2006) b. Penyiapan Lahan Kering.Pada umumnya penyiapan lahan untuk tanah kering dilakukan 1 - 2 bulan sebelum hujan turun. Pengolahan tanah dilakukan dengan tanah dicangkul atau dibajak sedalam 5-10 cm agar penghancuran tanahnya baik sebanyak 2 kali. Pada pengolahan 1 biarkan bongkahan terangin-angin selama 5 - 7 hari. Pengolahan ke 2 sekaligus digemburkan, dibersihkan dari gulma dan diratakan dengan tujuan agar struktur tanah yang di olah semakin baik dan supaya zat-zat yang bersifat pathogen, gulma, dan opt bisa diminalisir keberadaannya. Selain itu juga agar; udara masuk ke tanah dan terjadi proses oksidasi, agar bakteri anaerob yang sifatnya pathogen dan bibit penyakit mati, serta gas-gas beracun menguap.untuk memperoleh struktur tanah yang baik. dianjurkan untuk melaksanakan pengapuran setelah tanah diolah untuk menghindari tanah menjadi masam. Karena dengan tanah yang masam atau pH rendah maka tanaman yang tumbuh diatasnya sering dihinggapi bermacam-macam gangguan seperti daun rontok, tanaman kerdil. 2. Pembuatan Bedengan dan Perataan Tanah Selajutnya dilakukan pembuatan bedengan dengan cara di garis dengan mengunakan tali sipat dan dicangkul sambil membuat parit dan tanah hasil cangkulan dinaikan ke atas bedengan, adapun ukuran bedengan lebar dan panjang dibuat sesuai dengan kondisi lahan.Selanjutnta lakukan perataan permukaan bedengan dengan menggunakan cangkul, supaya tempat penanaman nantinya tidak tergenang air pada saat dilakukan pengairan.Adapun tujuan pembuatan bedengan ini agar supaya dalam peroses pengairan tanaman lancer dan merata, selain itujuga pembuangan air dari lahan penanaman juga lancer.