Mengingat prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup baik karena besarnya pangsa pasar, keunggulan kompetitif, nilai ekonomi, sebaran wilayah produksi dan kesesuaian agroekosistem, maka komoditas jeruk termasuk kedalam salah satu komoditas unggulan nasional. Namun demikian, pengembangan agribisnis jeruk keprok di Indonesia memerlukan peningkatan kualitas sumberdaya petani produsen dan pelaku usaha agribisnis jeruk keprok, serta dukungan penyediaan hasil inovasi teknologi pemupukan, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya, yang diharapkan mampu meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu produk tanaman jeruk secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan teknik budidaya sesuai dengan pedoman budidaya yang baik dan benar, mulai dari pemilihan benih berkualitas bebas penyakit, pemeliharaan, pemupukan, penentuan saat panen, penanganan pascapanen, penyimpanan bahkan sampai dengan pendistribusiannya. Persyaratan tumbuhTanaman jeruk menghendaki iklim dengan kecepatan angin tidak lebih dari 40 - 48% agar bunga dan buah tidak rontok. Apabila dibudidayakan di daerah dengan intensitas dan kecepatan angin yang tinggi, diperlukan tanaman penahan angin yang ditanam berderet dengan posisi tegak lurus terhadap arah angin. Tanaman jeruk memerlukan sebanyak 5 - 6, 6 - 7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman jeruk sangat memerlukan air yang cukup terutama pada bulan Juli - Agustus. Temperatur optimal untuk pertumbuhan tanaman jeruk yaitu antara 25 - 30 °C, walaupun ada jenis tanaman jeruk yang dapat tumbuh normal pada temperatur 38 °C. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Kelembaban optimal untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar RH 70 - 80 %,dengan ketinggian tempat antara 1 – 700 m di atas permukaan laut. Tanaman jeruk memerlukan media tanam yang baik, yaitu berupa tanah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7 - 27%, debu 25 - 50% dan pasir Penyiapan media tanam Tanaman jeruk dapat ditanam di tegalan tanah sawah atau di lahan berlereng. Jika ditanam di daerah perbukitan, perlu dibuatkan sengkedan atau teras terlebih dahulu. Pertama kali bersihkan lahan yang akan ditanami dari sisa-sisa tanaman. Jarak tanam untuk jeruk keprok jarak tanam 5 x 5 m atau 7 x 7 m. Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat dua minggu sebelum tanam. Pada saat penggalian lubang tanam, pisahkan tanah bagian dalam dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Tanah yang berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Setelah penanaman, kembalikan lagi tanah ke tempat asalnya. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Hal yang perlu diperhatikan yaitu bahwa lebar dan dalam lubang tanam harus cukup untuk menampung akar seluruhnya, agar arah pertumbuhan akar dapat lurus. Lakukan pemupukan dasar pada lubang tanam dengan pupuk kandang ± 20 kg dan NPK ± 250 gram atau campuran urea, TSP, KCL, dengan perbandingan 2 : 2 : 1.Jarak lubang tanam untuk jeruk keprok 5 x 5 m. Pengaturan jarak tanam yang baik akan memudahkan masuknya sinar matahari dan sirkulasi udara ke sela-sela tanaman jeruk. Pohon yang terlalu berhimpitan akan mudah terkena penyakit dan kurang baik perkembangannya. Teknik penanamanTeknik penanaman jeruk dilakukan dengan menanam bibit jeruk pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyiraminya, tetapi sebaiknya ditanam pada awal musim hujan. Sebelum ditanam, lakukan terlebih dahulu:1). pengurangan daun dan cabang yang berlebihan; 2). pengurangan akar; 3). pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. Setelah benih ditanam, sirami benih secukupnya dan beri mulsa dari jerami atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang, untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, diantara benih tanaman jeruk dapat ditanami tanaman sela, baik kacang-kacangan maupun sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput atau tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.Penyusun : Diana PSumber informasi:1. Anonymous, 2013. Budidaya Pertanian. Jakarta: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jakarta;2. Sutopo, 2011. Panduan Budidaya Jeruk Manis. Pacitan3. Anonymous 2012. Budidaya Jeruk Keprok. Malang: Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Obat-obatan (Balijestro)4. Miftakhur, 2010. Usahatani Jeruk Keprok. Jakarta: Kementerian Pertanian 5. Anonymous, 2010. Renstra Direktorat Jenderal Hortikultura, Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian