Loading...

Penyiraman atau Pengairan Cabai

Penyiraman atau Pengairan Cabai
Penyiraman merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan didalam keberhasilan budidaya cabai. Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun, maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap 2 hari sampai 3 hari disesuaikan dengan kondisi cuaca, terutama dimusim kemarau. Lahan yang dibudidayakan dekat dengan aliran irigasi, jadi penyiraman dapat dilakukan dengan optimal. Penyiraman dapat dilakukan langsung pada lubang tanaman menggunakan alat dengan volume 200 cc/tanaman. (a) Cabai termasuk tanaman yang tidak tahan kekeringan, tetapi juga tidak tahan terhadap genangan air. Air diperlukan dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan atau kurang, kelembaban tanah yang ideal 60-80% kapasitas lapang. (b) Masa kritis yaitu saat pertumbuhan vegetatif cepat, pembungaan dan pembuahan. (c) Jumlah kebutuhan air per tanaman selama pertumbuhan vegetatif 250 ml setiap 2 hari, dan meningkat menjadi 450 ml setiap 2 hari pada masa pembungaan dan pembuahan. (d) Sistem irigasi tetes pada lahan kering dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan hasil produksi cabai. (e) Atau pengairan sistem digenang (dileb) selama 15-30 menit kemudian airnya dikeluarkan dari petakan.Pengairan merupakan suatu hal yang umumnya sangat dipentingkan hampir semua jenis tanaman. Pengairan yang biasa disebut dengan penyiraman ini harus dilakukan secara rutin, agar proses pertumbuhan yang sudah berlangsung tidak terhambat.Tanaman cabai ini sangat membutuhkan kelembaban yang tinggi, jadi kita harus melakukan pengairan secara rutin dan benar.Jika lahan yang digunakan untuk melakukan penanaman tersebut telah memasuki kelembaban yang maksimal, maka kita harus melakukan penghentian pengairan agar kondisi tanah tetap terjaga.Maka dari itu pengairan sangat dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan pada tanaman cabai.Penulis; Hendi Pranata PP Pelaksana BP Pakem