Penyuluh BPP Bulango Timur diseminasikan teknologi persemaian padi sawah dalam dapog
Efektivitas dan efisiensi penyuluhan pertanian ditentukan oleh komponen-komponen dalam sistem penyuluhan pertanian. salah satunya adalah pemilihan metode penyuluhan pertanian.Metode Penyuluhan pertanian adalah cara menyampaikan informasi atau teknologi (materi/pesan) yang dilakukan oleh penyuluh kepada petani dan keluarganya sebagai sasaran penyuluhan dengan cara langsung atau tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menerapkan pesan penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh pertanian.Salah satu metode penyuluhan tersebut adalah Demonstrasi. kegiatan demonstrasi dimaksudkan untuk memperlihatkan suatu inovasi baru secara nyata tentang cara atau hasil penerapan teknologi pertanian. "Dalam mendukung diseminasi teknologi alat dan mesin tanam padi (rice transpalnter) salah satu materi penyuluhan yang penting adalah tentang cara persemaian benih. hal ini disebabkan oleh bibit yang ditanam menggunakan rice transplanter berbeda dengan bibit padi yang disemaikan disawah."kata Suwandi Said selaku penyuluh pertanian di Desa Bulotalangi.Persemaian benih padi dalam dapog, bahan utama pupuk kompos. kebutuhan per ha terdiri dari benih padi 30 kg, dapog sebanyak 200-250 buah dan pupuk kompos sebanyak 250 - 300 kg. "Langkah pertama persemaian dalam dapog adalah isi dapog dengan pupuk kompos sebagai media tanam setinggi 2/3 dari tinggi dapog, siram dengan air dapog yang berisi media tanam kemudian taburkan benih padi secara merata diatas permukaan media tanam (maksimal 2 gelas air mineral (uk 220 ml) setiap dapog), setelah itu susun dapog yang berisi benih tadi setinggi 1 meter. kemudian tumpukan dapog tersebut ditutup dengan terpal atau bahan plastik lainnya untuk pemeraman benih. setelah 2-3 hari penutup itu dibuka kemudian dapog-dapog tersebut disebar diatas permukaan lantai atau tanah. lakukan penyiraman setiap hari, pagi dan sore. setelah umur 14 - 18 Hari setelah semai bibit padi siap ditanam disawah menggunakan rice transpalnter. "kata Suwandi Said dalam memberikan materi penyuluhan di poktan tekad makmur 2 Desa Bulotalangi dan Bulotalangi Barat pada tanggal 11 Januari 2018. Djipu Kahar salah satu petani desa Bulotalangi mengatakan"ini adalah langkah awal yang baik untuk petani padi sawah. dengan menggunakan rice transpalnter ini maka beban biaya tanam akan berkurang dan ini adalah peluang agar kita bisa tanam dan panen 3 kali dalam setahun."katanya yang juga sebagai anggota poktan tekad makmur 2. Selain itu, salah satu anggota poktan tekad makmur 2 Desa Bulotalangi Barat mengatakan "dalam penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo, salah satu masalah yang ada adalah adanya tambahan biaya tanam yang ditentukan oleh regu tanam yaitu 25% dari biaya tanam normal atau sistem tegel. olehnya dengan adanya rice transpalnter ini maka kami petani akan hemat biaya tanam dan waktu tanam yang cepat." tutur Ibrahim Adam. Sebagai penyuluh pertanian di BPP Kecamatan Bulango Timur, Suwandi Said mengharapkan "untuk mendukung diseminasi teknologi rice transplanter ini, kami berharap agar pemerintah daerah melalui dinas pertanian dan peternakan, dapat memfasilitasi petani dan Brigade alsintan BPP Bulango Timur dan wilayah-wilayah yang ada areal sawah lainnya dalam penyediaan dapog-dapog tersebut. karena saat ini, misalnya di Kecamatan Bulango Timur dapog yang ada masih terbatas, sehingganya luasan lahan yang dapat menggunakan rice transplanter hanya 1-2 ha setiap musim tanam."tuturnya. Penulis: Sarini Abdullah Marni Mahmud BPP Bulango Timur