Loading...

PENYULUH DAN GAPOKTAN DAPAT PENCERAHAN SRG

PENYULUH DAN GAPOKTAN DAPAT PENCERAHAN SRG
Selama dua hari para pengurus gapoktan, penyuluh dan perangkat desa diwejang tentang Sistim Resi Gudang. Kagiatan sosialisasi yang berlangsung dari tanggal 30 -31 Agustus 2016 di gedung Dikopinda Jalan Pemuda Mulyoharjo Pemalang tersebut menghadirkan Narasumber dari Koperasi tani Makmur Sejahtera selaku pengelola Sistem Resi Gudang , Bank BPD Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertanhut) serta Diskoperindagkop Kabupaten Pemalang selaku instansi yang membawahi Sistem Resi Gudang.Gudang Sistim Resi Gudang (SRG) bertempat dibelakang pasar sayur dan buah komplek pasar pagi pemalang dimaksudkan untuk menjalankan Sistem Resi Gudang dibangun tahun 2014 dan mulai akhir 2015 telah dimanfaatkan untuk menyimpan gabah milik petani dan gapoktan. Pengelola Sistim Resi gudang koperasi Tani Makmur Sejahtera pada tahun 2015 mendapatkan predikat pengelola terbaik Sistim Resi Gudang tingkat nasional dengan meraih juara 2. Sampai bulan Maret 2016 kredit dari lembaga keuangan yang telah dikeluarkan oleh bank BPD Jawa Tengah cabang pemalang senilai 498 juta rupiah dan sampai bulan September ini semua kredit tersebut telah terlunasi dengan menjual semua gabah yang diresikan.Melalui sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) ini diharapkan para pengurus gapoktan ikut mendukung mengisi gudang Sistim Resi Gudang sehingga fasilitas yang dibangun oleh pemerintah ini tidak menjadi monumen tapi ikut berperan menstabilkan harga gabah petani serta meningkatkan kesejahteraaan petani. Bambang selaku ketua koperasi menyatakan" Gudang yang berkapasitas 2.500 ton telah difasilitasi mesin pengering dan lantai jemur, kami minta fasilitas yang ada ini dimanfaatkan oleh seluruh gapoktan yang ada. Selanjutnya Didda dari Bank BPD Jateng menyampaikan bahwa Gabah yang masuk dalam gudang SRG dapat dijadikan agunan dengan mendapatkan 70% dana dari harga saat itu, bunganyapun sangat murah hanya 0,5% per bulan selama 6 (enam) bulan" tambahnya.Sementara itu dari Dipertanhut menyampaikan bahwa gapoktan memiliki peran besar dalam mengisi gudang dalam SRG terutama yang telah mendapatkan bantuan dana dari lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM), lumbung pangan serta rice mill unit (RMU). Gapoktan dengan unit usaha pengolahan dan pemasaran yang dimiliki dapat melakukan kerjasama dengan pengelola SRG untuk melakukan pengisian gudang SRG. Gapoktan yang mendapatkan bantuan diluar bantuan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dapat melaksanakan kegiatan pengisian gudang SRG karena dana tersebut salah satu misinya ikut melakukan stabilisasi harga bahan pangan termasuk gabah.Eko mewakili Disperindagkop Kabupaten Pemalang menyatakan bahwa SRG diharapkan dapat membantu petani pada saat panen raya dimana sering terjadi harga gabah jatuh dan dipermainkan oleh para tengkulak. Melalui SRG ini kita dapat bersama sama membantu petani untuk memperoleh harga yang layak yang sekaligus mengangkat kesejahteraan para petani. Biaya yang dikenankan bagi para penyimpan cukup murah sekitar 200-250 rupiah per Kg itu sudah mulai pengeringan, uji kadar air dan kotoran serta biaya penyimpanan. Setelah disimpan dan diresikan petani atau gapoktan dapat menjual gabahnya sewaktu-waktu kalau harga sudah menguntungkan. Jadi melalui SRG ini bagi penyimpan sangat diuntungkan dan gapoktan dan penyuluh untuk membantu memanfaatkan SRG ini.Sistim Resi Gudang merupakan suatu tatanan baru dalam menstabilkan harga komoditas melalaui ssstem tunda jual serta membantu para penyimpan memperoleh dana dengan mengagunkan barang yang disimpan tanpa adanya jaminan tambahan. Jika sitem Resi Gudang ini dapat dimanfaat oleh gapoktan dan petani, mak akan membantu pula ikut mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan yang kita dengung-dengungkan Penulis: Nurul Ashar (PP madya pada KJF Dipertanhut Kab. Pemalang)