Loading...

Penyuluh dan Peneliti MElakukan FFD di Kelompoktani Lembu Sari II Narmada Nusa Tenggara Barat

Penyuluh dan Peneliti MElakukan FFD di Kelompoktani Lembu Sari II Narmada Nusa Tenggara Barat
Aplikasi paket teknologi merupakan kegiatan antar peneliti dan penyuluh. Dimana saat ini hubungan antar peneliti, penyuluh dan petani masih terbatas dan belum optimal dalam pelaksanaan. Berkaitan dengan kondisi tersebut, maka diperlukan adanya dukungan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan hubungan antara peneliti, penyuluh dan petani serta kelompoktani/gabung kelompoktani secara bersinergi melalui kegiatan aplikasi paket teknologi di Prov. NTB berupa teknologi jajar legowo super dalam meningkatkan hasil produktivitas untuk swasembada pangan nasional.Salah satu kegiatan yang dilakukan penyuluh provinsi NTB bersama peneliti dari BPTP NTB kegiatan farmer field day (FFD) di Kelompok Tani Lembu Sari II Dusun Temas Desa Narmada Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (16102017). Kelompoktani Lembu Sari II merupakan tempat lokasi aplikasi paket teknologi/research extension linkage (REL) anggaran APBN tahun 2017 BPSDMP Kementrian Pertanian. Peneliti dari BPTP NTB merekomendasikan paket teknologi komoditas padi yaitu paket teknologi sistem jajar legowo super dan Penyuluh dari BPPSDMPP Prov. NTB bekerjasama untuk mengapliksikan paket teknologi langsung dilahan petani. Berbagai instansi terkait dilibatkan penyuluh dari BPPSDMPP, BPTP NTB, UPTD BPP Kecamatan Narmada. Kegiatan diawali dengan penanaman bersama oleh peserta FFD dengan maksud mengetahuai secara langsung perbedaan jarak tanam sistem jajar legowo dengan sistem jajar legowo super kemudian tatap muka. Dijelaskan oleh peneliti BPTP NTB bahwa teknologi jarwo super pertama kali diperkenalkan di Jawa Barat pada bulan Mei tahun 2016 dan mampu meningkatkan produktivitas padi dari 7 ton/ha GKP menjadi sebesar 13,9 ton/ha GKP dengan varietas inpari 30, Inpari 32 sebesar 14.4 ton/ha GKP dan inpari 33 sebesar 12,4 ton GKP. Dan lebih lanjut disampaikan bahwa BPTP NTB berinisiatif merespon segera untuk mendiseminasikan penerapan teknologi jarwo super menggunakan varietas padi Inpari 30 dan 32 di seluruh kabupaten/kota se NTB yang disesuaikan dengan spesifik lokasi daerah khusunya.Dengan menggunakan paket teknologi jajar legowo super ada beberapa komponen yang perlu dan menjadi syarat seperti menggunakan varietas unggul baru (VUB) dalam memberikan potensi hasil tinggi, menggunakan dekomposer jerami sebagai pupuk hayati, yang disesuaikan dalam pemupukan berimbang berdasarkan perangkat uji tanah sawah (PUTS), dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan pestisida nabati dan kimia berdasarkan ambang kendali, serta menggunakan alsintan (transplanter dan combine harvester) ungkapnya.Disampaikan juga oleh penyuluh Provinsi NTB Yuan Fanata Panji, SP bahwa pada saat ini dilahan percontohan demplot telah dilaksanakan 3 jenis komponen yaitu pencampuran VUB potensi hasil tinggi dengan agrimeth, penyemprotan jerami dengan bio decomposer serta pemberian pupuk hayati atas rekomendari dari BPTP NTB. Dengan harapkan para peserta FFD khususnya petani di kelompoktani lembu sari II bisa secara langsung belajar dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo super pada lahannya masing-masing. Dan memberikan informasi teknologi kepada khayalah kabupaten/kota se NTB dalam meningkatkan hasil produktivitas padi mendukung swasembada pangan nasional. by Syamsul Riyadi dan Yuan Fanata Panji (Penyuluh Pertanian Prov. NTB)