Loading...

Penyuluh Kab Enrekang Kunjungan Ke Bptp Prov Sul Sel

Penyuluh Kab Enrekang Kunjungan Ke Bptp Prov Sul Sel
Peserta Desiminasi Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Komoditas Hortikultura Kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani diterima langsung oleh Bapak Andi Faisal Suddin, SP., M.Si. selaku Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sulawesi Selatan sekaligus memberikan arahan dan sambutan tentang visi dan misi BPTP serta penerapan inovasi-inovasi teknologi pertanian khususnya inovasi teknologi pada komoditi hortikultura yang telah dikaji dan diteliti oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sulawesi Selatan. Dimana Kabupaten Enrekang merupakan salah satu sentral hortikultura di Propinsi Sulawesi Selatan terutama bawang merah dan cabai. Salah satu inovasi pada komoditi hortikultura yang telah dikembangkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sulawesi Selatan yaitu pengembangan tanaman bawang merah dengan sistem True Seed Of Shallot (TSS). Selanjutnya pengembangan tanaman bawang merah dengan sistem True Seed Of Shallot (TSS) oleh Ir. Nurjanani, M.Si. selaku peneliti pada BPTP Propinsi Sulawesi Selatan yang memaparkan tentang metode TSS pada bawang merah tersebut. Menurutnya bahwa metode TSS pada bawang merah merupakan salah satu solusi untuk mencukupi kebutuhan benih bawang merah bermutu, dimana kekurangan benih mencapai 65–70% sehingga kekurangan benih harus dipenuhi dengan benih umbi konsumsi, sedangkan benih umbi konsumsi itu sendiri selain kuantitas benih masih kurang, juga kualitas umbi benih yang rendah. Dan untuk mengatasi kendala transisi adaptasi teknik budidaya menggunakan benih umbi ke biji yang dirasa akan menyulitkan petani dalam memanfaatkan TSS, maka BPTP mengembangkan inovasi dengan model perbenihan TSS sistem TABELA dimana produk awal yaitu umbi mini. Umbi mini tersebut diperbanyak sampai generasi ke-3 (tiga) sebagai benih sebar untuk menghasilkan umbi konsumsi. Sehingga dengan model ini petani yang terbiasa menggunakan umbi sebagai sumber benih dapat memperoleh benih bermutu tanpa mengalami perubahan dalam teknik budidayanya. Selain inovasi sistem True Seed Of Shallot (TSS) pada bawang merah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sulawesi Selatan juga mengembangkan inovasi teknologi pertanian untuk hortikultura yaitu Soil Block untuk semai benih cabai. Selanjutnya Ir. Ruchjaniningsih, MP., selaku peneliti pada BPTP Propinsi Sulawesi Selatan yang menjelaskan tentang teknik budidaya tanaman cabai mulai dari varietas dataran rendah sampai varietas dataran tinggi. Menurutnya faktor yang mempengaruhi melonjaknya harga cabai akibat dari perubahan iklim dan serangan organisme penggangu tanaman (OPT) yang sangat tinggi. Salah satu tantangan di dalam teknik budidaya cabai yaitu pada saat persemaian benih. Dimana benih cabai dengan ukuran benih yang sangat kecil sehingga harus dilakukan persemaian terlebih dahulu, sehingga pada saat pindah tanaman bibit harus menyesuaikan kondisi lingkungan tanam terlebih dahulu sehingga bibit yang mampu bertahan akan tumbuh dengan baik sebaliknya bibit yang tidak mampu bertahan akan mati. Soil Block merupakan metode persemaian dengan menggunakan alat bantu yang hasilnya nanti akan menjadi block atau kotak tanah sebanyak 50 kotak. Menurut Ir. Ruchjaniningsih, MP., bahwa metode pesemaian Soil Block mempunyai keunggulan yaitu hemat media tanam, hemat air untuk penyiraman, lebih mudah dalam pengerjaan, tidak membutuhkan ruang yang besar, dan yang lebih penting bibit tanaman tidak mengalami stres saat pindah tanam. Metode pesemaian Soil Block sangat sesuai untuk semai benih tanaman hortikultura yang berukuran kecil seperti benih cabai. Oleh : Irw (PPL BPP Enrekang) verifikasi : SRM