Untuk menambah ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Palangka Raya melakukan kegiatan magang (04-08/04/2016) ke provinsi tetangga yakni Kalimantan Barat (Kalbar). Pemilihan lokasi ini sangat beralasan karena provinsi ini kemajuannya dibidang pertanian dan perikanan selangkah lebih unggul jika dibandingkan dengan daerah tetangganya. Beberapa keunggulan yang sudah terkenal ke seluruh nusantara seperti jeruk, langsat, cempedak (nangka hutan khas Kalimantan), lidah buaya dan seabreg nama buah-buahan dan komoditi lainnya dengan embel-embel dibelakang namanya dengan sebutan Buah PONTI. Dengan dikawal langsung oleh Bapak Ikhwansyah, S. Sos.,M.A.P. selaku kepala DP4KP Kota Palangka Raya yang membawa "Peserta " PPL dan pendamping dalam jumlah cukup besar yakni sekitar 30 an orang.Dalam sambutannya pada acara "Welcome Ceremony" yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP4KP) Kota Palangka Raya Bapak Ikhwansyah, S. Sos.,M.A.P., bahwa kegiatan magang yang dilakukan para penyuluh harus benar-benar diikuti secara serius, mengingat harapan besar yang di bebankan Walikota Palangka Raya terhadap hasil kegiatan ini. "Belajarlah dengan serius dan sebaik-baiknya sehingga ilmu yang didapatkan dapat ditransformasikan kepada petani di wilayah binaan masing-masing", kata pria murah senyum ini penuh harap. Wejangan tersebut bukanlah tanpa alasan karena kondisi alam Kota Pontianak dan Kota Palangka Raya hampir sama, seperti sama-sama bergambut. Tetapi, lanjut Ikhwan mengapa daerah Kota Pontianak lebih memiliki keunggulan dibandingkan daerah Kota Palangka Raya. Oleh karena itu menurut Ikhwan, ini adalah tantangan kita bersama terutama para penyuluh yang "didelegasikan" secara khusus untuk mempelajari hal tersebut.Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar dalam sambutannya selaku tuan rumah menyatakan bahwa pihaknya siap membagi ilmu yang dimiliki petaninya untuk dibagikan kepada para penyuluh Kota Palangka Raya. "Adalah kewajiban warga Kalbar untuk membagikan ilmunya kepada saudara-saudara", ujarnya mengakhiri sambutannya. Dalam kegiatan magang tersebut, agar ilmu dapat diserap lebih mudah dan cepat, peserta dibagi dalam 2 (dua) kelompok kecil yakni kelompok pertanian yang belajar langsung di UPITPH (Unit Pembenihan Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan kelompok perikanan yang belajar di BBIS (Balai Budidaya Ikan Sentral). Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias mengikuti setiap acara yang telah dijadwalkan tuan rumah. Ini terbukti dengan alokasi waktu yang disediakan untuk magang selama 4 (empat) hari oleh DP4KP terasa "Sangat Kurang" karena materi yang disampaikan sangat menarik dan memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para peserta. Dari beberapa pengalaman yang mengesankan tersebut, ada satu hal yang perlu diacungi jempol yakni dukungan Pemerintah setempat baik Provinsi maupun Kabupaten / Kota kepada penyuluh sebagai aparat yang berhadapan langsung dengan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian sangat luar biasa. Ini terbukti dengan didirikannya Balai Diklat khusus penyuluh, melibatkan penyuluh dalam setiap kegiatan walaupun berasal dari luar instansi yang membidangi penyuluh dan dukungan lainnya.Sebagai akhir dari kegiatan dilakukan kunjungan sekaligus wisata ke pembenihan khusus perikanan laut yang terletak di Kota Singkawang dan Aloe Vera Center yang berada di Kota Pontianak. Ke depan, kegiatan semacam ini harus terus dilanjutkan karena dapat memberikan nilai positif terhadap adopsi iptek yang diterima penyuluh. (Syamsurizal / Penyuluh Pertanian Muda Kota Palangka Raya)