Untuk mendukung kegiatan pertanian di Kalimantan Tengah,pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) telah membangun Taman Teknologi Pertanian (TTP),yang berlokasi di kelurahan Banturung kecamatan Bukit Batu, sekitar 31 km dari pusat kota Palangka Raya.Pemilihan lokasi ini melalui beberapa pertimbangan,di antaranya :1)Kondisi tanah Kambisol, Podsol, Regosol dan gambut ;tanah dengan tekstur halus.Kondisi tanah tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan budidaya pertanian semusim maupun tanaman tahunan.2)Lokasinya cukup luas yakni sekitar 5 hektare dan cukup potensial untuk dikelola menjadi kawasan pertanian modern,ditunjang lokasi yang cukup indah berdampingan dengan berbagai kawasan wisata alam.3)Kondisi infrastruktur dan alsintan di lokasi tersebut sangat mendukung untuk dikembangkannya berbagai jenis komoditi seperti pertanian,perkebunan,peternakan dan perikanan. Mengutip apa yang dikatakan oleh Dr.Ir.M.Saleh Mokhtar,MP. Selaku Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah, bahwa TTP ini merupakan 1 (satu) dari 16 (enam belas) TPP di Indonesia yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh TTP yang lain.TTP Banturung "Garing Hatampung", demikian namanya disebut memiliki lahan yang berpasir, pasir bercampur gambut dan gambut."Petani kita sudah terbiasa mengolah lahan marjinal menjadi tanah pertanian yang subur".kata Mokhtar.Karena itu lanjut pria yang menyelesaikan S3-nya di Malaysia ini menyatakan bahwa keberhasilan pengelolaan tanaman pertanian hortikultura sangat ditentukan oleh SDM petani."Petani kita sangat luar biasa,bahkan orang dari Kementerian pun kagum dengan kemampuan petani kita,karena melihat keberhasilan petani Palangka Raya yang bisa berhasil membudidayakan bawang merah dan tanaman pertanian lainnya di lahan marjinal berstektur belum lagi dengan cuaca Kalimantan Tengah yang cukup ekstrem",ujar mantan penyuluh senior ini. Semua keberhasilan itu karena adanya sentuhan teknologi dan pembinaan yang sangat ekstra dari para penyuluh Kota Palangka Raya.Kendala seperti lahan marjinal dan cuaca yang ekstrim bisa diatasi dan menghasilkan komoditi yang bisa diunggulkan."Selama ini,Kalimantan tidak pernah menghasilkan sebiji pun bawang merah,tapi sekarang semuanya sudah berubah 1800 dan dengan sentuhan teknologi kita berhasil membudidayakan bawang merah dan merupakan satu-satunya propinsi di pulau Kalimantan sebagai pionir dalam budidaya bawang merah dan keberhasilan itu dimulai dari Palangka Raya"ujar Mokhtar dengan bangganya. TTP Ini adalah Milik Kita Bersama Walaupun TTP ini dibangun oleh Kementan melalui BPTP Kalteng; yang merupakan perpanjangan tangan Kementerian yang ada di daerah,bukan berarti segala hal yang berhubungan dengan TTP ini dikendalikan oleh kementerian.Menurut Mukhtar,TTP ini merupakan milik kita,artinya semua hal yang berhubungan dengan manajemen pengelolaan, SDM didalamnya melibatkan semua stake holder,seperti BPTP,Dinas /Instansi terkait,tokoh masyarakat,petani dan semua elemen masyarakat yang berkepentingan merupakan keluarga besar dari TTP ini.Dalam struktur organisasi,yang berfungsi sebagai Manager Umum adalah petani, termasuk Sekretaris,bendahara dan unit-unit pengelolaannya.Sedangkan pemerintah seperti BPTP,Dinas Pertanian dan Instansi terkait hanya sebagai pembina/penasehat. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian,Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP4KP) melalui Kabid Penyelenggara, Kelembagaan dan SDM Penyuluhan Kota Palangka Raya Ir.Narie menyatakan bahwa semua penyuluh yang ada di kota mempunyai beban dan tanggung jawab moral terhadap keberhasilan TTP ini,karena lokasinya berada di bawah WKBP3K Tangkiling yang notabene merupakan bagian dari DP4KP Kota Palangka Raya.Karena itu Narie sangat mengharapkan kegiatan penyuluhan terfokus di tempat ini,karena sudah tersedia media untuk melakukan pengkajian dan penerapan ilmu yang dimiliki oleh para penyuluh.Dalam satu tahun keberadaan TTP ini,sudah cukup banyak kegiatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat,seperti bidang hortikultura,sudah beberapa kali panen semangka,bawang merah,jagung dan cabe yang selama ini sangat menguntungkan untuk pengembangan TTP kedepan.Begitu juga dari bidang peternakan sudah bisa memanfaatkan kotoran ternak sapi menjadi bio gas.Pemanfaatan TTP ini juga sudah dilakukan oleh siswa-siswi dari Sekolah Pertanian/Perikanan setempat sebagai tempat magang dan sudah pernah beberapa kali dikunjungi oleh Dinas/Instansi terkait dari luar Palangka Raya sebagi tempat study banding.Sementara itu, untuk mendukung kegiatan di TTP ini, pemerintah kota Palangka Raya telah menghibahkan lahan seluas 10 hektare yang letaknya tidak jauh dari tempat yang sekarang.Direncanakan akan dibangun beberapa buah kolam sebagai tempat budidaya ikan lokal,juga beberapa buah gazebo yang berfungsi sebagai tempat santai sambil menikmati indahnya tanaman,ikan maupun ternak yang ada di lokasi ini.Tempat ini nantinya akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah,khususnya kota Palangka Raya sebagai tempat rekreasi sambil belajar tentang pertanian.Ke depan TTP ini diharapkan bisa menjadi pusat informasi,pendidikan dan pelatihan pertanian yang lengkap di Kalimantan Tengah.(Ical) Syamsurizal.M,S.Pt. Penyuluh Pertanian Muda Dinas Pertanian,Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya-KALTENG e-mail : rizal.ical03@gmail.com