BP4K, Pinrang – Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengaplikasian bagi petani tambak tentang budidaya ikan betutu (oxyeleotris marmorata) dan penggunaan probiotik secara baik dan benar, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Pinrang mengadakan Bimbingan Teknis Penggunaan Probiotik dan Budidaya Ikan Betutu bertempat di Aula Kantor BP4K Rabu pagi (22/4/2015). Ketua panitia bimtek, Ir. H. Ridwan Iskandar dalam laporannya menyampaikan peserta bimtek ini terdiri dari dua angkatan yang terdiri dari 25 orang, setiap angkatan yang berasal dari 12 kecamatan dengan alokasi peserta 1 orang dari Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) kecamatan, 1 orang penyuluh perikanan dan 2 orang petani tambak, "ungkap kepala bidang penyuluhan perikanan, kehutanan dan perkebunan ini. Kepala badan, Ir. H. Muhammad Amir Riu, MP dalam sambutannya mengatakan agar kegiatan yang dilaksanakan ini bisa menambah wawasan, pengetahuan penyuluh perikanan dan peserta bimtek guna meningkatkan kesejahteraan para petani tambak, dia mengharapkan agar memanfaatkan bimtek ini dengan sebaik-baiknya, dan adanya interaksi tukar pikiran antara pemateri, penyuluh perikanan dan peserta bimtek. Karena terkadang apa yang diketahui oleh petani belum diketahui oleh penyuluh begitupun sebaliknya. "saya harapkan agar peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik baiknya, dalam pelatihan pembuatan probiotik dan budidaya ikan betutu ini mari kita saling sharing jangan cuma teorinya saja, kalau anda melakukan praktek langsung mudah-mudahan ilmunya kita dapatkan disini" ungkap kepala BP4K ini. Lebih lanjut pada saat menyampaikan sambutannya kepala BP4K ini mengatakan kondisi tambak yang ada di kabupaten pinrang sekarang ini sebagian besar sudah banyak tercemar karna air yang digunakan sisa dari pengairan, air buangan yang sudah tercemar, jadi dia mengharapkan kepada penyuluh perikanan dan petani tambak yang ikut dalam pelatihan ini ikut menyehatkan tambak yang ada di kabupaten Pinrang, jadi dalam pemilihan lokasi budidaya ikan betutu nantinya harus selektif. Kemudian itu ia menyampaikan ikan betutu yang dulunya merupakan ikan yang tidak memiliki nilai ekonomis, apalagi dilihat dari segi bentuknya orang sudah enggang mengkonsumsinya sekarang ini sudah memiliki nilai jual yang tinggi dengan kisaran harga kurang lebih delapan puluh ribu perkilonya. Bibit ikan betutu saat ini masih didatangkan dari kabupaten Wajo, karena itu ia meminta agar di Pinrang kedepannya ini sudah ada pembibitan ikan betutu. (Syahruddin)