Loading...

Penyuluh moderen mewujudkan modernisasi pertanian Indonesia

Penyuluh moderen mewujudkan modernisasi pertanian Indonesia
Membandingkan dunia pertanian era 80 an dg era sekarang tidaklah relevan lagi, dimana pengetahuan dan tingkat pendidikan petani pada zaman sekarang sudah jauh berbeda. Semuanya sudah banyak berubah, sistem penyuluhan jg berubah dan harus berubah secara dinamis. Orientasi kita bukan sepenuhnya lagi berkutat pd persoalan teknis budidaya pertanian, saat ini kita sudah harus berbicara tentang modernisasi pertanian yg tentunya jg harus didukung sistem yg moderen dan SDM yg jg moderen. Harapan itu telah tampak dr visi Pak Jokowi yg akan mengalihkan dana subsidi BBM ke sektor pertanian dan perikanan kelautan. Era sekarang hubungan PPL dg petani bukan lg seperti guru dg murid, tetapi kemitraan yg sejajar, take and give. Kita harus bermimpi kelak pertanian Indonesia sejajar dg pertanian Jepang, USA maupun negara tetangga kita Thailand. Kita haruslah berani membuat terobosan nyata "No Action, No Happen,. Action, Miracle Happen", kita harus percaya dg kekuatan mimpi. Sebagai penyuluh, kita tentunya harus mempersiapkan diri utk mewujudkan mimpi besar itu, MODERENISASI PERTANIAN. Kita tentunya harus terus meningkatkan kwalitas diri secara continiu, hal itu tidak sulit dg kemajuan pesat teknologi informasi, menjadi hal yg lucu jika penyuluh era moderen ini tidak menguasai teknologi informasi. Menurut penulis ada beberapa hal yg harus menjadi fokus penting untuk mewujudkan penyuluh yg benar-benar Kompeten.1. Penguasaan IT (Information Teknologi)Penguasaan Teknologi Informasi hukumnya WAJIB bg penyuluh, apalagi dg hadirnya Cyberextention yg telah diluncurkan Departemen Pertanian, kita bisa mengakses informasi pertanian dg cepat,baik yg bersifat teknis budidaya maupun informasi pasar. 2. Communication Skill/Public SpeakingPenyuluh tak bisa dipisahkan dg skill yg satu ini, secara umum penyuluh tentunya harus mampu berkomunikasi sesuai dg sistematikanya, membuat presentasi yg menarik , Video sebagai media penyuluhan dan juga penguasaian bahasa asing khususnya bahasa inggris untu semakin memantapkan skill berkomunikasi penyuluh. Dua hal diatas adalah instrumen penting dalam mendukung mobilisasi penyuluh di lapangan. Dan semoga semua stakeholder pertanian dari decision maker sampai ke petani bisa saling berkolaborasi untuk mewujudkan pertanian Indonesia yg moderen dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mayoritas rakyat negeri ini, yaitu Petani. Dan pekerjaan sebagai petani tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai strata sosial terendah dalam masyarakat negeri ini..? Penulis : Aidil Adha, A.Md (Penyuluh THL-TBPP Kota Sungai Penuh) Editing : Robby Asti Pratama, SP