Dalam rangka pencapaian target produksi padi, jagung, dan kedelai, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan dukungan kegiatan antar sub sektor lingkup pertanian dan lintas sektor serta antar wilayah. Kegiatan budidaya tanaman, panen, penanganan pascapanen dan pengolahan hasil padi, jagung dan kedelai merupakan tahapan yang penting dalam pencapaian peningkatan produksi pertanian. Seluruh tahapan ini akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produk. Untuk itu diperlukan budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), penanganan pascapanen yang baik atau Good Handling Practices (GHP) dan pengolahan hasil yang baik atau Good Manufacturing Practices (GMP). Dalam rangka mencapai target produksi, diperlukan sumber daya manusia pertanian khususnya Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang kompeten melalui pendidikan dan pelatihan. Guna meningkatkan eskalasi Upsus (upaya khusus) swasembada pangan pajale (padi, jagung, kedelai), Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Provinsi Gorontalo melatih Penyuluh Pertanian Babinsa. Kegiatan yang diberi label "Pendidikan Dan Pelatihan Teknis Budidaya Padi, Jagung Dan Kedele bagi Penyuluh Pertanian dan Babinsa" Berbasis GAP, GHP dan GMP. Materi yang dilatihkan adalah teknik fasilitasi dalam sinergi melaksanakan LAKU (latihan dan kunjungan), penyusunan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), penggalian data kalender tanam, identifikasi potensi padi, budidaya pengolahan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), panen dan pasca panen. Dalam acara diskusi kelompok yang di pandu oleh bapak Serka Andi Pakolleri, S.Sos dari Kodim 1304 Gorontalo mengatakan bahwa Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa ( Babinsa) bertekad akan menyukseskan swasembada pangan di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini adalah bagian dari realisasi kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Panglima TNI dalam rangka menyukseskan swasembada pangan, khususnya untuk padi, jagung dan kedelai. Penulis : Lukman Hairun, STP KJF BP4K Kab. Bone Bolango