PENYULUH PERTANIAN DAN P4S SIGI MEMBANGUN BERSINERGI PADA KEGIATAN BIMTEK KOMODITAS STRATEGIS NASIONAL ( BAWANG MERAH) ANGKATAN LXVIII DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) sebagai kelembagaan pelatihan petani diharapkan dapat secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya. Hal ini dilandasi oleh adanya fakta keberhasilan petani maju dalam usahanya yang layak dicontoh dan ditiru oleh petani lainnya, sehingga mendorong pemerintah untuk memotivasi petani maju tersebut dalam menumbuhkan kelembagaan pelatihan/permagangan dari, oleh dan untuk petani. Kelembagaan P4S sangat strategis untuk terus diberdayakan, baik dari aspek menajemen pelatihan/permagangan, maupun pengembangan usaha, sehingga kontribusinya dalam mempercepat penerapan teknologi baru di bidang pertanian/agribisnis di tingkat petani dan masyarakat perdesaan meningkat secara nyata. Dewasa ini bawang merah dimasukkan dalam kelompok komoditas pangan utama, karena ketersediaan dan harganya sangat berpengaruh pada inflasi dan perekonomian nasional. Produksi bawang merah tidak merata sepanjang tahun, dimana produksi berkurang di musim hujan yang menyebabkan harga tinggi dan produksi berlebihan di musim kering/ kemarau mengakibatkan harga jatuh. Tanggal 16-17 Maret 2017 dilaksanakan kegiatan BIMTEK Komoditas Strategis Nasional ( Bawang Merah ) Angkatan LXVIII,di P4S SIGI MEMBANGUNG Kecamatan Dolo, Kabupaten SIGI,Kegiatan tersebut di selenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Pada kegiatan tersebut pengurus P4S Sigi Membangun Dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi bersinergi dalam pelaksanaan, yang di ikuti 50 orang peserta dari para pelaku utama yang tergabung di beberapa kelompok tani. Kegiatan ini pula di hadiri oleh 2 orang perwakilan dari BBPP Batangkaluku, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan perkebunan Kabupaten Sigi. Dalam pelaksanaan tersebut para peserta BIMTEK menerima materi :1. Kebijakan Program pembangunan Pertanian, Komoditas Nasional.2. Kewirausahaan ( Memiliki Inisiatif Yang Besar, Memiliki Mitivasi Tinggi, Dapat Bereaksi Dengan Cepat, Mengharapkan dan Hasil Yang Nyata Dengan Cepat, Berdedikasi Tinggi Untuk Berusaha Tani )3. GAP (Good Agricultural Practices) Budidaya Yang Baik dan Benar.4. Identifikasi Potensi dan Masalah (Analisis Pemecahan Masalah Dalam Rangka Meningkatakan Produksi). Penulis : RIZAL. S.P., M.P. Penyuluh Pertanian Muda