Indonesia telah memberlakukan pembatasan pergerakan, “social distancing” dan “work from home”. Namun, banyak warga masih melakukan aktivitas di luar rumah yang semakin meningkatkan resiko terpapar virus corona (Covid-19), meskipun telah dihimbau oleh banyak pihak mengingat penyebaran virus ini terus mengalami eskalasi, penambahan kasus baru bertambah drastis. Penyuluh pertanian pun melakukan inisiatif ikut turun tangan memberikan himbauan bersama petani. Adalah Andi Elya Azis, petugas Penyuluh pertanian Dinas Pertanian TPPH Kab. Bone yang berlatar belakang sarjana peternakan ini pun berfoto dengan secarik kertas yang dipegang ole petani. Dalam kertas tersebut berisi “Kami Jaga Pangan dari Sini” dan “Anda di Rumah Saja untuk Indonesia” Dengan tinggal di rumah, masyarakat akan membantu menekan resiko terinfeksi Covid-19 yang artinya juga bisa meringankan beban para petugas medis yang telah kewalahan menerima lonjakan pasien corona. Menurut Andi Elya bahwa walaupun himbauan yang kami lakukan tidak seberapa, tetapi kami terpanggil untuk bergerak dan bertindak nyata untuk mencegah wabah virus Corona (Covid-19) yang sudah memakan korban jiwa. “Melihat kenyataan di beberapa media, kita semua harus sadar bahwa kasus virus corona di Indonesia akan masih terus bereskalasi, hal tersebut bias dicegah tergantung langkah antisipasi Pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi penyebaran virus ini” ujar Elya. Elya menambahkan bahwa dengan kondisi seperti ini kita tidak boleh terlalu panik, namun jangan pula memandang enteng virus ini dan tetap waspada. “Mari kita bersama-sama berjuang supaya penyebaran virus corona ini bisa ditekan” tuturnya sambal menjelaskan bahaya virus zoonosis lainnya seperi Rabies dan Avian influenza sesuai latar belakang ilmunya yaitu peternakan. Karena pemerintah lebih memilih untuk tak melakukan lockdown, maka arahan pemerintah berupa menjaga jarak sosial, menjaga kebersihan diri serta menambah imunitas tubuh melalui asupan makanan yang beragam, aman, sehat dan seimbang, seyogyanya dipatuhi dan dilaksanakan. Elya pun turut memberikan pemahaman kepada masyarakat petani tentang sejumlah istilah asing yang populer setelah mewabahnya virus corona di Indonesia meliputi lockdown, social distancing, hingga work from home (WFH). Bersama salah satu penyuluh Dinas Peternakan Kab. Bone lainnya, Elya menjelaskan bahwa Lockdown merupakan istilah yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti mengunci. Sehingga, bila istilah tersebut dipakai dalam penanganan Covid-19 ini berarti mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah, hingga negara. “Tujuannya mengunci akses masuk maupun keluar tersebut untuk menutup aktivitas masyarakat yang ada di daerah maupun negara Indonesia. Sedangkan istilah social distancing berarti membatasi interaksi atau kontak langsung dengan orang lain atau banyak orang. Sehingga, langkah melakukan social distancing bertujuan untuk mengurangi penularan virus corona kepada orang lain. Untuk Work From Home (WFH) dimaksudkan bekerja dari rumah guna mencegah penyebaran Covid-19 setelah dinyatakan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO” papar Elya. Khusus WFH, Elya mengemukakan bahwa dirinya melaksanakan surat edaran Bupati Bone mengenai virus ini serta Surat Edaran Menteri PANRB No.19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah, sebagai pedoman bagi instansi pemerintah dalam pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggalnya (Work from Home/WFH) bagi ASN sebagai upaya pencegahan dan meminimalisasi penyebaran Covid-19. “Nah, sesuai Surat Edaran MenPANRB tersebut, didalamnya terdapat poin yaitu ASN yang bekerja di rumah (WFH) harus berada di rumah/tempat tinggal masing-masing kecuali dalam keadaan mendesak (terkait ketersediaan pangan, kesehatan, keselamatan diri dan keluarga, sehingga sebagai penyuluh tetap harus bertanggungjawab terhadap kebutuhan pangan di wilayah binaan” jelasnya Lebih lanjut, dikemukan bahwa berdiam diri di rumah tidak cukup. Agar lebih produktif maka bekerja di rumah dengan cara sederhana yaitu mengelola pekarangan rumah dengan menanam sayuran dan buah. "Himbauan ini juga mengajak seluruh masyakat untuk memanfaatkannya pekarangan rumah untuk budidaya hortikultura, utamanya bagi ibu rumah tangga. Dan bagi Bapak-bapak yang sementara dianjurkan WFH (bekerja di rumah) juga bisa ikut membantu," terang Elya. Hal tersebut kata Elya, dapat membantu ekonomi keluarga setiap hari. Aktivitas ini juga bikin sehat, kesegaran produknya terjamin, mengurangi pengeluaran rumah tangga dan ikut serta menjaga ketahanan pangan. Penyuluh ini menyampaikan pesan tentang pangan bahwa dirinya bersama petani juga turut berperan dalam merealisasikan keinginan dan tugas Menteri Pertanian untuk menjaga Pangan tetap tersedia dan stabil dengan mengupayakan ‘swasembada pangan’ dan meredam gejolak harga pangan demi kebutuhan 267 juta jiwa itu kebutuhan dasar terhadap makan, Olehnya itu, himbauan “Kami Jaga Pangan dari Sini” dan “Anda di Rumah Saja untuk Indonesia” selain menjaga ketersediaan pangan juga langkah preventif Covid-19. Terlebih lagi Saat ini saja jika kita menyaksikan lewat media sosial, paramedis dan dokter sudah terlihat kerepotan. Mereka benar-benar berjuang tak kenal lelah. Mereka harus berhadapan langsung dengan virus corona yang setiap saat mengancam hidup mereka. “Ayo kawan-kawan kita bantu mereka dengan tetap tinggal di rumah. Sementara mereka melakukan tugas mulia nan berat dalam menghadapi corona” himbaunya. Yusran A. Yahya NS (Penyuluh Pertanian Disnak Kab. Bone)