Loading...

Penyuluh Pertanian Kab. Wonogiri Siap Sukseskan UPSUS PAJALE

Penyuluh Pertanian Kab. Wonogiri Siap Sukseskan UPSUS PAJALE
"Siap!!", pekik semangat terdengar menggetar di seluruh ruangan. Seluruh Penyuluh Pertanian Kab. Wonogiri menyatakan kesiapannya saat ditanya komitmennya dalam mensukseskan Program Upsus Pajale. Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Ir Eko Partono, MM, kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Setbakorluh Jateng, dihadapan dua ratusan penyuluh pertanian dan petugas teknis pertanian Kab. Wonogiri. Semangat itu muncul dalam acara Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian Kab. Wonogiri pada tanggal 31 Maret 2015 bertempat di Rumah Makan Fajar 3. Acara yang mengambil tema "Penguatan Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Program UPSUS PAJALE." ini diadakan dalam rangka menyamakan persepsi antar petugas di berbagai level pemerintahan. Mulai pemerintah pusat hingga petugas teknis di tingkat lapangan. Suksesnya UPSUS PAJALE merupakan sukses seluruh stakeholder pertanian. Dan itu diawali oleh akurasi data yang kuat. "Disamping teknologi yang diterapkan, akurasi data menjadi faktor penentu yang sangat penting. Karena indikator keberhasilan program ini berawal dari data." kata Ir. Tribastuti Purwantini penanggung jawab UPSUS PAJALE Kab. Wonogiri. Oleh karena itu kerjasama dari petugas kecamatan dan kabupaten diperlukan untuk saling memotivasi dalam meningkatkan kedisiplinan pengumpulan data. Sementara itu Ir. Samijan, MSc, peneliti madya BPTP, menekankan bagaimana upaya teknis dalam mensukseskan program UPSUS PAJALE tersebut. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan/ rehabilitasi jaringan irigasi, optimasi lahan, pengembangan SRI, Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Perluasan Areal Tanam (PAT) Kedelai dan jagung, penyediaan benih, pupuk, alsintan, dan pengawalan/pendampingan. Selain melibatkan penyuluh dan petani, program UPSUS PAJALE juga melibatkan pihak lain yaitu Mahasiswa dan Babinsa. Pada pelaksanannya kedua pihak tersebut berperan untuk membantu penyuluh dalam pengawalan pendampingan petani pada program tersebut. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus terus ditingkatkan agar menjadi pengungkit keberhasilan program.