Loading...

Penyuluh Pertanian Lapang (ppl) Sosialisasikan Manfaat Kartu Tani Pada Kelompok Tani Di Kecamatan Gondang

Penyuluh Pertanian Lapang (ppl) Sosialisasikan  Manfaat Kartu Tani Pada Kelompok Tani  Di Kecamatan Gondang
Oleh : Dwi Hartiningsih, SP Gondang – Kartu Tani merupakan bukan hal yang baru bagi petani, tetapi masih banyak petani yang belum mamahami manfaat kartu tani, sehingga perlu dilakukan upaya memberikan pemahaman terhadap petani tentang manfaat kartu tani dalam pendistribusian pupuk bersubsidi tepat sasaran. Penyuluh pertanian Lapang (PPL) Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto memberikan sosialisasi mengenai manfaat kartu tani dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. Sosialisasi ini dilakukan pada masing – masing Desa yang ada di kecamatan Gondang dengan menghadirkan kelompok tani, Babinsa, perangkat desa serta tokoh masyakarat. Hal ini di maksudkan karena masih banyak petani yang belum mendapatkan kartu tani di karenakan mereka belum terdaftar dalam e-RDKK, sehingga diharapakan dapat membantu mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat sekitar terutama para petani. Persyaratan utama bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani diharapkan petani mengumpulkan fotokopi e-KTP, KK dan tanda kepemilikan tanah. Kemudian Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) membantu melakukan pendataan dan verifikasi data dan selanjutnya menggunggah data tersebut sehingga nantinya petani terdaftar dalam e-RDKK. Kartu tani tersebut berisi mengenai kuota pupuk sesuai dengan luasan lahan yang diajukan dalam e-RDKK. Luas lahan yang diajukan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi maksimal 2 Ha. Kartu tani manfaatnya tidak hanya digunakan untuk pembelian pupuk bersubsidi, kartu tani juga bermanfaat sebagai kartu debet, selain manfaat tersebut kartu tani juga dapat digunakan para petani untuk mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Sistem e-RDKK penerimaan pupuk bersubsidi dan kartu tani yang di terapkan oleh Kementrian Pertanian (Kementan) diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi.