Penyuluh pertanian dataran tinggi Gayo siap mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan(GAMPANG) dengan berbagai upaya menggerakan petani untuk bertanam komoditi tanaman padi dikawasan hamparan sawah yang mengalami keterbatasan persediaan air. Melalui rembug tani penyuluh mendapat informasi kawasan sawah di wkpp Paya Pelu ini tidak dapat dilakukan tanam serentak akibat kekurangan debit air yang dibutuhkan, sehingga tahun-tahun sebelumnya petani mengalih fungsikan lahan ini untuk bertanam komoditi hortikultura. Sekaitan dengan program pemerintah provinsi Aceh yang ingin menjadikan Aceh Mandiri Pangan, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Aceh Tengah NASRUN LIWANZA berharap kepada konstratani di setiap Balai Penyuluhan Pertanian harus memanfaatkan walau sejengkal tanah sawah untuk ditanami komoditi pangan. Pada hamparan yang sama meski ditemukan tiga tingkatan musim tanam, bukan menjadi kendala untuk mencapai target produksi bagi kelompok tani yang sudah mendapat pelatihan SLPHT ini, sepanjang dilakukan pengamatan mingguan untuk melihat gejala serangan OPT ungkap penyuluh pertanian kontrak YOMA dengan penuh optimis. Penyuluh pertanian selaku “dinamisator” punya tupoksi menggerakan pelaku utama di lapangan, walau harus menggunakan jurus dan setrategi penyesuaian persefsi, adat kebiasaan, seni dan budaya yang terpatri di lingkungan pereka, demikian dikatakan koordinator BPP Silih Nara ARMIA PUTRA yang juga hadir bersama kelompok tani “BUGE MAJU” di Paya Pelu kecamatan Silih Nara kabupaten Aceh Tengah (Sabtu/15/08/20). }* }* ARMIA PUTRA,SP