Penyuluh pertanian swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahataninya dan warga masyarakat lain yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. Mereka dapat berasal dari kontak tani/petani maju, Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), pemandu sekolah lapang, baik sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SL-PHT), sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadi (SL-PTT dan warga masyarakat lain yang terampil dan ahli di bidang teknis pertanian. Penyuluh pertanian swadaya juga di tuntut memiliki persyaratan khusus yaitu : 1) memiliki dan atau mengelola usaha dibidang pertanian yang berhasil dan patut dicontoh oleh masyarakat sekitarnya, dan 2) mempunyai sikap kepemimpinan dan menjadi teladan bagi pelaku utama serta pelaku usaha. Tahun 2019 melalui kegiatan Pemantapan Sistem penyuluhan Pertanian, ditumbuhkanlah Penyuluh Pertanian swadaya (PPS) sebanyak 2 (dua) orang di Kecamatan Denpasar Barat. Salah satu PPS yang ditumbuhkan di kecamatan ini adalah I Ketut Mudalara yang lokasi lahan sawahnya terletak di Munduk Petingan, Subak Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat. Ketut Mudalara dipilih sebagai salah satu PPS karena merupakan petani yang telah berpikiran maju dan masih berumur relatif muda (45 tahun). Sebagai salah satu pelaksanaan fungsi dari penyuluh pertanian swadaya yaitu melaksanakan proses pembelajaran secara partisipatif melalui berbagai metode penyuluhan. Oleh karena itu, dilaksanakan Demontrasi Plot (Demplot) Usaha Tani Padi dengan menerapkan beberapa teknologi. Sebelum dilaksanakan demplot dilakukan rembug tani dan analisa terhadap permasalahan di lokasi demontrasi. Dari beberapa rumusan permasalahan diketahui bahwa sebagian besar petani belum mengaplikasikan pupuk berimbang dalam usaha tani padi dan sangat sedikit petani yang menerapkan sistem tanam Jajar Legowo. Demplot yang dilaksanakan seluas 0,10 Ha dengan menerapkan teknologi Penggunaan pupuk berimbang Urea 200 kg/ha, ponska 200 kg/ha dan pupuk orgaik 300 kg/ha) serta menggunakan pola tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1. Varietas yang ditanam adalah varietas ciherang. Demplot ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Nopember 2019. Pada pelaksanaan kajian tersebut dilakukan pengamatan secara secara rutin baik pada tinggi tanaman, jumlah rumpun dan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Hal ini bertujuan agar Penyuluh Pertanian Swadaya mampu menyebarkan hasil pengamatan yang dilaksanakan kepada pelaku utama (petani) yang ada di wilayah binaannya. Pada umumnya petani akan mau mengikuti sebuah inovasi teknologi apabila akan melihat secara langsung hasil dari sebuah teknologi secara riil di lapangan. Pada tanggal 18 Nopember 2019 dilakukan Temu Lapang dengan mengundang petani yang ada di wilayah sekitar lokasi Demplot. Dari pengambilan ubinan yang dilakukan pada saat Farm Field Day (FFD) terhadap demplot pemupukan berimbang dan sistem jajar legowo 2:1 dan 4:1, diperoleh produktivitas yang cukup tinggi. Untuk tanaman dengan tata tanam jajar legowo 2: 1 produktivitas sebanyak 112, 98 kw/ha GKP dan pada tanaman jajar legowo 4 : 1 produktivitas sebanyak 110, 50 kw/ha GKP. Dengan adanya hasil kajian ini, diharapkan petani yang ada di wilayah binaan PPS I Ketut Mudalara akan mau dan mampu mengikuti serta melaksanakan hal yang sama, sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka selaku petani. Ditulis oleh : Luh Ketut Ayu Sukarmi, SP ( PP Madya). Diedit oleh : Marcella Wayan K.R., SP (PP Muda)