Loading...

PENYULUH SEI LASI MENGKAJI CYBEX

PENYULUH SEI LASI MENGKAJI CYBEX
Dunia yang sudah mengglobal saat ini, disambut positif oleh para penyuluh di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat. Dalam kaitan tersebut diselenggarakan Training Penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) dengan mengangkat tema Mengakses Cyber Extension.Tepatnya tanggal 15 April 2015, kegiatan tersebut dilaksanakan. Dihadiri oleh pihak kabupaten sebagai narasumber (Ir. Abizar, Eri Izwardi, SP, Slamet Muharmoko, M.Si) dan pihak kecamatan yang terdiri dari Koordinator Penyuluh Kecamatan, Lasrizal. MR, SP, Kepala UPTD dan Kepala TU, serta penyuluh-penyuluh nagari.Dalam suatu paparan yang cukup menarik disampaikan oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan khususnya tentang upaya pembenahan penyuluhan, adalah tentang pentingnya menerapkan konsep KISS yaitu Koordinasi Interaksi Solidariti dan Sosialisasi. Melalui konsep tersebut menurutnya akan lebih memudahkan terwujudnya tatanan kerja penyuluhan yang lebih baik. Dalam kaitan tersebut juga, beliau menyampaikan motto yang dapat dijadikan pegangan yaitu "bola mati jangan dikaki kita", yang artinya jangan sampai kita menjadi orang yang tersalahkan. Maka hikmahnya menurut beliau adalah tertib administrasi dan taat kebijakan.Selanjutnya dalam acara inti tentang Cyber Extension, disampaikan oleh nara sumber, bahwa penting kiranya agar para penyuluh berkontribusi aktif. Mengingat hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Mentri Pertanian No 16 Tahun 2013 tentang SMIPP. Kontribusi tersebut terkait dengan urgensitas cybex yang diantaranya sebagai media ekspose, terkait dengan kenyataan keunggulan komparatif masing-masing daerah, dan sebagai pilar eksistensi untuk menunjukkan jati diri penyuluh diwilayahnya masing-masing. Selanjutnya disampaikan bahwa cakupan kerja penyuluh dalam cybex ditingkat kabupaten dan kecamatan meliputi gerbang daerah dan spesifik lokalita. Pada gerbang daerah dapat dilakukan dengan mengacu kaedah penulisan 5 W (what, when, where, who, why) dan 1 H (how). Sedangkan pada cakupan spesifik lokalita, penulisan mengarah pada teknis budidaya baik dalam lingkup tradisional maupun dalam tataran teknologi yang sudah direkomendasikan.Hingga akhir kegiatan, masing-masing peserta training masih mengikuti dengan cukup antusias. Semoga membawa pembenahan kedepan diera digital ini. Penulis: Admin Kab Solok