Loading...

Penyuluh Siap Dukung Petani Dalam Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi dan Jagung

Penyuluh Siap Dukung Petani Dalam Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi dan Jagung
[JAKARTA] Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di berbagai kesempatan mengatakan bahwa seiring dengan program pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor melalui peningkatan nilai tambah. Mentan berharap pada musim tanam pertama ini sukses meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Diharapkan adanya partisipasi aktif petani dan penyuluh dalam menggenjot produksi pangan nasional. Oleh karena itu, persiapan musim tanam yang akan datang pada bulan November dan Desember harus segera disiapkan dengan baik, dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait merupakan kunci dalam persiapan tersebut”. ujar Mentan. Sementara itu agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 48 bertemakan Dukungan Penyuluh dan Petani Dalam Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi dan Jagung diselenggarakan Jumat (29/12/2023) di AOR BPPSDMP secara virtual. Hadir secara virtual Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi memberikan arahan pada agenda MSPP. Pada arahannya Dedi Nursyamsi mengatakan perubahan iklim di Indonesia disebabkan meningkatnya efek rumah kaca di atmosfir, sehingga ekosistem terngangu termasuk ekosistem pertanian yang berdampak pada pangan. Peningkatan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan melalui inovasi teknologi sarana dan prasarana sebanyak 25%, peraturan undang-undang 25% dan sumber daya manusia pertanian 50%, termasuk didalamnya petani, penyuluh dan pemerhati pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber MSPP, Siti Nurjanah yang merupakan penyuluh pusat pertanian mengatakan menyikapi mahalnya harga pupuk anorganik, Kementerian Pertanian melakukan antisipasi ketersediaan pangan dengan mendorong petani menggunakan pupuk organik melalui Gerakan Tani pro Organik (GENTA ORGANIK). Genta Organik merupakan suatu gerakan pertanian pro organik yang meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri”.jelas Siti Nurjanah. Lebih lanjut Siti Nurjanah mengatakan bahwa dengan program Genta Organik dapat menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Genta organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik (kimia), melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang”. imbuh Siti Nurjanah.hevymay